Jawa Tengah Bakal Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Seluas 710 Hektare
Nusantara

Jawa Tengah Bakal Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Seluas 710 Hektare

Semarang, Jawa Tengah – Provinsi Jawa Tengah bersiap mencatat lompatan besar dalam sektor ketahanan pangan nasional melalui rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar di Kabupaten Brebes.

Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Investasi yang digarap PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group, tersebut diyakini tidak hanya akan meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta tenaga kerja yang kompetitif menjadi faktor utama daya tarik tersebut.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang luas bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan sapi perah.

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegasnya.

Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan, proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia, dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor sapi.

“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional.

Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, jauh dari kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton.

“Artinya, sekitar 80 persen masih impor. Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional.

Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Ke depan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambah Agung.

Pemerintah pusat, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari sejumlah negara hingga penguatan sistem kesehatan hewan guna mencegah penyakit seperti PMK dan LSD.

Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan, proyek ini dirancang sebagai peternakan modern berbasis teknologi dengan konsep berkelanjutan dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Mega farm yang akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare ini mengusung konsep close loop system, di mana limbah ternak diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, dan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk. Sistem daur ulang air juga akan diterapkan untuk efisiensi sumber daya.

Proyek ini ditargetkan memiliki populasi sekitar 28.000 sapi perah dengan produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun.

Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, serta kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

“Kontribusinya terhadap produksi nasional bisa mencapai 18 persen, dan untuk Jawa Tengah bisa meningkatkan produksi hingga dua kali lipat,” ungkap Ihsan.

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi perah.

“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026, sementara pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Produksi perdana (first milking) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujarnya.

Ia berharap proyek ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” ungkapnya.***

Jawa Tengah Bakal Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Seluas 710 Hektare
Nusantara

Jawa Tengah Bakal Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Seluas 710 Hektare

Semarang, Jawa Tengah – Provinsi Jawa Tengah bersiap mencatat lompatan besar dalam sektor ketahanan pangan nasional melalui rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar di Kabupaten Brebes.

Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Investasi yang digarap PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group, tersebut diyakini tidak hanya akan meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta tenaga kerja yang kompetitif menjadi faktor utama daya tarik tersebut.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang luas bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan sapi perah.

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegasnya.

Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan, proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia, dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor sapi.

“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional.

Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, jauh dari kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton.

“Artinya, sekitar 80 persen masih impor. Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional.

Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Ke depan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambah Agung.

Pemerintah pusat, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari sejumlah negara hingga penguatan sistem kesehatan hewan guna mencegah penyakit seperti PMK dan LSD.

Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan, proyek ini dirancang sebagai peternakan modern berbasis teknologi dengan konsep berkelanjutan dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Mega farm yang akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare ini mengusung konsep close loop system, di mana limbah ternak diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, dan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk. Sistem daur ulang air juga akan diterapkan untuk efisiensi sumber daya.

Proyek ini ditargetkan memiliki populasi sekitar 28.000 sapi perah dengan produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun.

Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, serta kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

“Kontribusinya terhadap produksi nasional bisa mencapai 18 persen, dan untuk Jawa Tengah bisa meningkatkan produksi hingga dua kali lipat,” ungkap Ihsan.

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi perah.

“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026, sementara pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Produksi perdana (first milking) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujarnya.

Ia berharap proyek ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” ungkapnya.***

Jawa Tengah Serius Atasi Sampah, Tiga Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari
News

Jawa Tengah Serius Atasi Sampah, Tiga Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari

Jakarta - Komitmen dan langkah serius dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi krisis sampah.

Tiga aglomerasi pengolahan sampah regional, yakni Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Ray, disiapkan untuk memangkas hingga 3.000 ton sampah per hari sekaligus mempercepat target nasional pengelolaan sampah.

Keseriusan pemerintah provinsi tersebut ditunjukkan melalui pengembangan sistem pengolahan sampah berbasis aglomerasi. Komitmen itu ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama tujuh kepala daerah dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dua aglomerasi baru yang disepakati adalah Pekalongan Raya dan Tegal Raya. Aglomerasi Pekalongan Raya meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang, dengan lokasi pengolahan terpusat di Kota Pekalongan.

Sementara Tegal Raya mencakup Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes, dengan fasilitas pengolahan di Kabupaten Tegal.

Kedua kawasan ini melengkapi aglomerasi Semarang Raya yang telah lebih dulu berjalan, sehingga total terdapat tiga aglomerasi pengolahan sampah di Jawa Tengah.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyebut, keberadaan tiga aglomerasi tersebut diproyeksikan mampu mengurangi sampah hingga 3.000 ton per hari.

Angka ini menjadi kontribusi signifikan terhadap total timbunan sampah Jawa Tengah yang mencapai sekitar 17.300 ton per hari.

“Ini langkah konkret yang langsung berdampak pada pengurangan sampah nasional. Meski begitu, masih ada sekitar 14.300 ton per hari yang menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.

Hanif menambahkan, pengembangan aglomerasi merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah secara terintegrasi.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 35 aglomerasi pengolahan sampah di berbagai daerah.

“Total aglomerasi se Indonesia yang akan kami sampaikan ke Presiden berjumlah 35, termasuk terakhir Tegal Raya dan Pekalongan Raya,” ungkap Hanif. 

Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Ahmad Luthfi yang dinilai progresif dan serius dalam menangani sampah.

Hingga saat ini, capaian pengelolaan sampah di provinsi tersebut telah mencapai 30 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 26 persen.

Menurut Hanif, Jawa Tengah termasuk provinsi dengan pengolahan sampah yang bagus. Ini capaian yang baik dan mendukung target RPJMN 2026 sebesar 63,41 persen.

“Terima kasih atas antusiasme dan kerja keras Gubernur yang cukup cepat dalam mengatasi dinamika di Jawa Tengah. Apalagi didukung Kepala Dinas yang trengginas,” puji Hanif. 

Selain Gubernur Ahmad Luthfi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Widi Hartanto, penandatanganan nota kesepahaman dan kesepakatan juga dilakukan oleh tujuh kepala daerah dan kepala dinas di aglomerasi Pekalongan Raya dan Tegal Raya. 

Ada Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Bupati Batang M Faiz Kurniawan,

Kemudian Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, dan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.

Sementara itu, Ahmad Luthfi menegaskan, langkah selanjutnya adalah percepatan implementasi di lapangan.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa ditunda mengingat tren peningkatan timbulan sampah yang mencapai 8-11 persen setiap tahun.

"Harapan kita setelah penandatanganan ini segera dieksekusi pelaksanaan pengelolaan sampah di dua wilayah aglomerasi ini," kata Gubernur. 

Dijelaskan, total timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,34 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 30 persen yang terkelola dengan baik, sementara sisanya masih belum tertangani optimal.

Secara umum kondisi di aglomerasi Pekalongan Raya dan Tegal Raya pada tahun 2025 antara lain sebagai berikut: Kota Pekalongan 162,27 ton/hari (39,85%), Kabupaten Pekalongan 402,95 ton/hari (26,33%),

Kemudian Kabupaten Batang 472,46 ton/hari (11,80%), Kabupaten Pemalang 467,92 ton/hari (33,92%), Kota Tegal 176,29 ton/hari (32,06%), Kabupaten Tegal 661,94 ton/hari (11,22%), dan Kabupaten Brebes 1.033,21 ton/hari (2,32%).

"Aglomerasi ini dimaksudkan jika sampah kita di atas 1000 ton, harus menjadi zonasi sampah regional. Di daerah lain juga sama. Mereka rata-rata di bawah 1.000 ton sudah melaksanakan yaitu dengan cara RDF. Misalnya Magelang, Banyumas, Cilacap dan lain sebagainya," jelasnya.

Untuk itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pembentukan satuan tugas (satgas) sampah hingga tingkat desa dan kelurahan, penyusunan roadmap pengelolaan sampah, hingga penguatan teknologi ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), serta menggalakkan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu hingga hilir. Kunci utamanya adalah kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya,” tegas Ahmad Luthfi.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis wilayah ini, Jawa Tengah menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan dalam beberapa tahun ke depan.***

Imigrasi Makassar Berhasil Gagalkan Upaya WN RRT Memperoleh Paspor Indonesia Dengan Menggunakan Identitas Palsu
News

Imigrasi Makassar Berhasil Gagalkan Upaya WN RRT Memperoleh Paspor Indonesia Dengan Menggunakan Identitas Palsu

Makassar, Sulawesi Selatan – Kantor Imigrasi  Makassar berhasil menggagalkan upaya penipuan dokumen negara yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Republika Rakyat Tiongkok (RRT). WNA tersebut diduga memberikan keterangan tidak benar dan menggunakan dokumen kependudukan palsu untuk pengajuan Paspor Republik Indonesia.

Kasus ini bermula, saat seorang pria yang mengaku bernama AT datang ke Kantor Imigrasi Makassar untuk mengajukan paspor. Namun, petugas menaruh kecurigaan karena pemohon tidak fasih berbahasa Indonesia.

Kecurigaan petugas terbukti saat sistem pemindaian menemukan kecocokan data biometrik. Foto pemohon identik dengan data WNA asal RRT atas nama LJ. Mengetahui dirinya sedang dalam pemeriksaan mendalam, pemohon berinisial LJ tersebut melarikan diri dari ruang tunggu pelayanan sebelum pemeriksaan selesai.

Berdasarkan pengecekan Sistem, terungkap bahwa LJ adalah warga negara RRT. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap adanya manipulasi data kependudukan yang sistematis. Koordinasi dengan Disdukcapil Kota Makassar memastikan bahwa KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran atas nama AT adalah tidak sah.

Kepala Kantor Imigrasi Makassar Abdi Widodo Subagio menyatakan bahwa kasus ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah gelar perkara pada Februari 2026 Silam.

"Perkara telah memenuhi unsur untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Kami telah berkoordinasi dengan Korwas PPNS Polda Sulsel untuk Persiapan penerbitan SPDP dan langkah hukum selanjutnya," jelasnya, dalam keterangan tertulisnya Senin (13/4/2026).

Saat ini, barang bukti berupa fotocopy dokumen palsu, rekaman CCTV, dan data perlintasan telah diamankan. Meskipun keberadaan LJ saat ini belum diketahui, pihak Imigrasi telah memasukkan nama yang bersangkutan ke dalam daftar Subject of Interest (SOI) dan daftar cekal untuk mencegah pelaku melarikan diri ke luar negeri.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memberikan apresiasi bagi petugas yang mengidentifikasi pemalsuan dokumen ini dan menegaskan bahwa jajarannya tidak akan memberikan ruang bagi praktik pemalsuan identitas yang merusak integritas dokumen negara.

"Kami telah menginstruksikan seluruh kantor imigrasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat proses verifikasi faktual terhadap dokumen kependudukan," ujar Hendarsam Marantoko. Ia menambahkan, "Imigrasi akan menindak tegas segala bentuk upaya pemberian data tidak sah demi memperoleh dokumen perjalanan RI, utamanya kepada pihak yang mencoba mengelabui hukum keimigrasian kita, demi menjaga kedaulatan serta keamanan nasional.".

ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti prosedur resmi dalam pengurusan paspor dan melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait keberadaan orang asing di lingkungannya. Penegakan hukum yang konsisten diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem administrasi keimigrasian Indonesia

News Update

Gelar Patroli Dialogis, Satgas Damai Cartenz Duduk Berdialog dengan Warga Intan Jaya Papua
Jaga Negeri

Gelar Patroli Dialogis, Satgas Damai Cartenz Duduk Berdialog dengan Warga Intan Jaya Papua

Intan Jaya, Papua Tengah — Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 menggelar patroli dialogis di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Senin (9/3/2026).

Patroli ini digelar untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Patroli yang dipimpin Danpos Tower Belukar 4.1 Ops Damai Cartenz 2026, Ipda Adri Ansyar Umar, menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Sugapa. Salah satu fokus pengamanan adalah Bandara Bilorai Sugapa, yang menjadi jalur vital mobilitas masyarakat dan logistik di wilayah tersebut.

Selain melakukan pemantauan keamanan, personel juga melaksanakan pendekatan dialogis dengan warga setempat. Dalam patroli tersebut, petugas menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat yang tengah melaksanakan tradisi bakar batu dalam rangka kegiatan kedukaan.

Interaksi berlangsung santai dan penuh keakraban. Aparat keamanan dan warga terlihat duduk bersama, berbincang, serta saling bertukar cerita. Kehadiran personel di tengah masyarakat disambut hangat dan menjadi ruang komunikasi yang memperkuat rasa saling percaya.

Tim patroli juga melakukan pengecekan keamanan di Bank Papua Sugapa, guna memastikan aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan aman.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani,  menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

“Patroli dialogis dilakukan secara humanis untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di wilayah Intan Jaya,” kata Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, dilansir dari keterangan tertulisnya melalui MediaHub Polri, Selasa (10/3/2026).

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pendekatan persuasif terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan di Papua.

Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap kehadiran aparat di lapangan.

Melalui patroli dialogis tersebut, Satgas Ops Damai Cartenz berharap stabilitas keamanan di Distrik Sugapa dan wilayah sekitarnya tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.***
 

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pentolan KKB Philip Kobak di Yahukimo Papua
Jaga Negeri

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pentolan KKB Philip Kobak di Yahukimo Papua

Yahukimo, Papua Pegunungan – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap Philip Kobak alias Nenak Kobak, seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diketahui menjabat sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis Divisi Humas Polri pada Senin (9/3/2026) menyebutkan, operasi penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu, (7/3/2026) sekitar pukul 16.44 WIT di area Gereja GIDI Kali Brasa, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Penangkapan bermula dari proses scanning target oleh tim Satgas Gakkum pada pukul 15.30 WIT. Sekitar pukul 16.15 WIT, target terdeteksi berada di pertigaan Jalan Jhon Banua, Dekai. Tim kemudian melakukan pengejaran menuju area Gereja Kali Brasa.

Saat mengetahui keberadaan aparat, tersangka sempat meninggalkan kendaraan dan melarikan diri ke arah hutan. Setelah dilakukan penyisiran oleh tim di sekitar lokasi, tersangka akhirnya berhasil diamankan pada pukul 16.44 WIT.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan persnya, pada Senin (9/3/2026) menjelaskan, bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil kerja intelijen dan operasi penegakan hukum yang dilakukan secara terukur oleh tim di lapangan.

“Penangkapan terhadap Philip Kobak alias Nenak Kobak merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan Satgas Gakkum terhadap jaringan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yahukimo. Yang bersangkutan diketahui memiliki peran sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan." jelas Kombes Pol Yusuf.

"Saat ini tersangka telah diamankan dan proses penyidikan masih terus berjalan untuk mendalami keterlibatan yang bersangkutan dalam berbagai peristiwa lainnya,” lanjutnya.

Setelah penangkapan, pada hari Minggu, (8/3/2026) tim Satgas Operasi Damai Cartenz melanjutkan penyelidikan dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka serta beberapa rumah yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yahukimo.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Philip Kobak alias Nenak Kobak diketahui merupakan Komandan Operasi Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo.

Dalam struktur kelompok tersebut, ia diduga memiliki peran dalam kegiatan operasional kelompok serta terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Yahukimo.

Tersangka juga diduga terlibat dalam beberapa aksi kekerasan, di antaranya pembacokan terhadap Muhammad Syarif pada (11/1/2026) serta pembakaran SMK Negeri 2 Dekai pada (14/2/026). Keterlibatan tersangka dalam sejumlah peristiwa lainnya masih terus didalami oleh penyidik Satgas Gakkum.

Saat penangkapan, aparat turut mengamankan sejumlah barang dari tangan tersangka, antara lain uang tunai sekitar Rp1.135.000, satu unit handphone merek ITEL warna pink, satu tas hitam bertuliskan Summit Series, satu noken hijau, satu senter, serta satu charger handphone.

Sementara itu, dari hasil penggeledahan di rumah tersangka yang berlokasi di Jalan Gunung, Kampung Tomon 2, Dekai, tim menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya 4 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 2 butir amunisi kaliber 9 mm, besi runcing, tas dan noken, dokumen pribadi milik tersangka, busur dan 31 anak panah, 4 parang, 3 kapak, 1 sangkur, 2 pisau dapur, 1 proyektil kaliber 5,56 mm, serta 45 selongsong amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan aparat merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional.

“Upaya yang dilakukan aparat merupakan bagian dari penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur. Kami berkomitmen untuk terus menjaga situasi keamanan di Papua, khususnya di wilayah Yahukimo. Terhadap setiap pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat, aparat akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Faizal.

Ia juga menambahkan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.

Adapun imbauan dari Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Aparat akan terus bekerja secara profesional dalam menjaga keamanan serta menindak setiap pelanggaran hukum," kata Adarma.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berupaya selalu menjaga situasi keamanan tetap kondusif di Kabupaten Yahukimo dan wilayah Papua Pegunungan.***

Polisi Amankan Terduga Pelaku Propaganda dan Provokasi Digital dari Jaringan Papua Inteligence Service
Jaga Negeri

Polisi Amankan Terduga Pelaku Propaganda dan Provokasi Digital dari Jaringan Papua Inteligence Service

Mimika, Papua Tengah – Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyebaran propaganda dan provokasi melalui media sosial pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIT.

Penindakan tersbut dilakukan tim Satgas di SP3 Trans DMT Utikini Tiga, Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, setelah aparat mengantongi bukti permulaan yang cukup atas aktivitas digital yang dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku diketahui merupakan bagian dari jaringan PIS (Papua Inteligence Service). Ia diduga aktif mengunggah konten berisi ujaran kebencian, narasi provokatif, serta materi kekerasan yang berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Unggahan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan serta mendorong gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua.

Dalam proses penyidikan, berdasarkan hasil gelar perkara, terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 263 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Atas perbuatannya, yang bersangkutan terancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp12 miliar.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku propaganda digital merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan, termasuk di ruang siber.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang menyebarkan provokasi, manipulasi informasi, maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat. Penegakan hukum ini adalah bentuk perlindungan negara agar ruang digital tidak disalahgunakan untuk menebar kebencian dan mendorong konflik,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital akan terus diperkuat melalui patroli siber dan analisis jejak digital secara berkelanjutan.

“Keamanan tidak hanya dijaga di lapangan, tetapi juga di ruang digital. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta tidak turut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kolaborasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.***

Pasukan Gabungan TNI-Polri Gempur Markas KKB di Nabire Papua, Amankan Sejumlah Barang Bukti
Jaga Negeri

Pasukan Gabungan TNI-Polri Gempur Markas KKB di Nabire Papua, Amankan Sejumlah Barang Bukti

Nabire, Papua Tengah - Aparat gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, menggempur markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengklaim diri sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 22.40 WIT di wilayah Nabire, Papua Tengah.

Dalam operasi tersebut terjadi baku tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang sebelumnya mereka kuasai. Aparat selanjutnya menguasai lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Dalam penggeledahan, aparat menyita 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang dan pendek, serta 10 magazen untuk senjata api jenis SS1 dan AK-101. Selain itu, ditemukan 12 unit telepon genggam, lima handy talky (HT), dan uang tunai sebesar Rp79.900.000.

Aparat juga menemukan dua unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu unit diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu, sementara satu lainnya diduga milik karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan, bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.

“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam." tegas Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dikutip Senin (2/3/2026).

"Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terkonfirmasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri.

Operasi penegakan hukum akan terus dilaksanakan secara terukur dan profesional guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.***

Majelis Rakyat Papua Kecam Aksi Kekerasan Kelompok Kriminal Atas Warga Sipil di Papua
Jaga Negeri

Majelis Rakyat Papua Kecam Aksi Kekerasan Kelompok Kriminal Atas Warga Sipil di Papua

Jayapura, Papua – Berbagai aksi kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Papua dalam beberapa waktu terakhir mengundang keprihatinan yang mendalam dari berbagai pihak, termasuk dari Majelis Rakyat Papua (MRP).

Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari unsur adat, Max Adnir Uhi, mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan tersebut. Salah satunya adalah kasus pembunuhan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Max Adnir menyebut peristiwa tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan, terlebih korban diketahui telah lama mengabdi dan bekerja di Papua.

“Kami sangat mengutuk keras tindakan tersebut. Korban adalah warga sipil yang sudah lama mengabdi di Tanah Papua,” kata Max dalam keterangan di Jayapura, dikutip Selasa (24/2/2026).

Selain itu, MRP juga menyoroti kasus pembantaian warga sipil di Kabupaten Yahukimo, termasuk yang terjadi di lingkungan sekolah. Menurut dia, tindakan kekerasan di area pendidikan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena sekolah merupakan tempat membangun masa depan generasi Papua.

“Sekolah adalah tempat mendidik anak-anak kita untuk membangun negeri ini. Kalau pendidikan terganggu karena rasa takut, maka masa depan Papua juga ikut terancam,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, yang semakin menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah pegunungan Papua.

MRP, lanjutnya, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua, mulai dari pemerintah daerah, DPRP, MRP, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat, untuk duduk bersama dalam satu forum guna merumuskan langkah bersama menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Max, kondisi keamanan menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan di Papua. Tanpa jaminan keamanan, proses pembangunan akan sulit berjalan optimal.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya TNI dan Polri. Kita semua, termasuk masyarakat, harus menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai,” katanya.

MRP juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas melakukan pengamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah pedalaman dengan medan yang berat dan penuh tantangan.

Selain itu, pihaknya meminta pemerintah pusat serta jajaran TNI dan Polri, termasuk Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua, untuk terus memperkuat langkah pengamanan guna menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Max mengungkapkan, situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk adanya sekolah di wilayah pegunungan yang terpaksa tutup karena guru dan siswa merasa khawatir.

“Kalau keamanan tidak terjamin, masyarakat menjadi resah dan aktivitas terganggu. Karena itu, mari kita duduk bersama dan menyampaikan pesan bahwa Papua tetap harus kita jaga sebagai tanah yang damai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu menjaga stabilitas keamanan demi masa depan Papua yang lebih baik.***

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pentolan KKB Meno Heluka di Yahukimo Papua Pegunungan
Jaga Negeri

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pentolan KKB Meno Heluka di Yahukimo Papua Pegunungan

Yahukimo, Papua Pegunungan – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang terduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Meno Heluka, dalam operasi yang dilaksanakan pada Senin (23/2/2026) pagi di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan.

Meno Heluka diamankan di area Pasar Baru setelah sebelumnya terpantau selama kurang lebih dua hari berada di sekitar Terminal 88 dan diduga hendak bergeser menuju wilayah Korowai.

Tim Gakkum Unit Yahukimo bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pemantauan lapangan sebelum akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan. Selanjutnya, Meno Heluka dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pendalaman lebih lanjut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa proses penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan pengembangan informasi di lapangan.

“Tim telah melakukan monitoring dan pendalaman terhadap pergerakan yang bersangkutan.” jelas Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

"Saat dipastikan keberadaannya, personel langsung bergerak cepat dan terukur sehingga Meno Heluka berhasil diamankan tanpa menimbulkan gangguan terhadap situasi kamtibmas di sekitar lokasi." lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh penyidik, Meno Heluka diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025 silam.

Serka Segar Mulyana merupakan prajurit TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Yahukimo, dengan tanggung jawab melaksanakan pembinaan teritorial serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Insiden tersebut terjadi saat korban sedang menjalankan tugas negara dalam rangka mendukung stabilitas keamanan di daerah yang tergolong rawan gangguan bersenjata.

Selain dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut, Meno Heluka diketahui merupakan salah satu anggota inti dari kelompok Kopitua Heluka, yang selama ini masuk dalam pemetaan aparat sebagai kelompok yang aktif melakukan aksi kekerasan bersenjata di wilayah Pegunungan Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan terhadap anggota kelompok bersenjata akan terus dilakukan secara terukur dan profesional.

“Setiap individu yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap aparat maupun masyarakat sipil akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengamanan tersebut merupakan hasil kerja personel dan koordinasi yang solid antar unsur di lapangan.

“Kami terus melakukan pemetaan dan profiling terhadap jaringan yang masih aktif. Pemeriksaan terhadap Meno Heluka saat ini difokuskan untuk mendalami peran yang bersangkutan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan kelompok tersebut,” jelasnya.

Saat ini, Meno Heluka berada di Ruang Sat Reskrim Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Aparat memastikan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur guna mengungkap secara menyeluruh dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam rangkaian aksi kekerasan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.***

Tiga Tersangka Anggota KKB Yahukimo Dipindahkan ke Jayapura, Ini Rekam Jejak Kriminal Mereka
Jaga Negeri

Tiga Tersangka Anggota KKB Yahukimo Dipindahkan ke Jayapura, Ini Rekam Jejak Kriminal Mereka

Yahukimo, Papua Pegunungan – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memindahkan tiga tersangka kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan ke Jayapura, Papua pada Senin (23/2/2026). Pemindahan para tersangka dilakukan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolda Papua.

Ketiga tersangka yang dipindahkan tersebut adalah Homi Heluka, Enage Hiluka, dan Kotor Payage alias Kotoran Giban. Ketiganya merupakan daftar pencarian orang (DPO) dan diketahui sebagai tokoh dalam jaringan KKB yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.

“Pada hari ini kami telah mengirimkan tiga tersangka dari Yahukimo ke Jayapura. Mereka merupakan DPO dan tokoh kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yahukimo. Pengiriman dilakukan dengan alasan keamanan untuk proses hukum lebih lanjut di Polda Papua,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin  (23/2/2026).

Yusuf menjelaskan, bahwa ketiga tersangka diduga kuat terlibat dalam berbagai tindak pidana, mulai dari pembakaran, pengerusakan, penganiayaan berat hingga pembunuhan.

Homi Heluka terlibat dalam penembakan anggota Brimob pada 2022, pembakaran mobil Satbinmas pada Januari 2025, pembunuhan para pendulang pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 Yahukimo pada Juni 2025, penganiayaan dan pembunuhan pekerja pada Juni 2025, pembakaran mobil pada Januari 2026, pembunuhan Daniel Dati dan pengerusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap Suwono pada Februari 2026.

Sementara itu, Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap Ester Karbeka, seorang penjual pinang, pada 17 Februari 2026 serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada September 2025.

Adapun Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada 12 Februari 2026.

Proses pemindahan dilakukan melalui Bandar Udara Sentani, Jayapura, sekitar pukul 14.00 WIT dengan pengawalan ketat aparat gabungan Satgas. Setibanya di Jayapura, ketiga tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK. II Jayapura sebelum menjalani pemeriksaan dan pendalaman oleh tim Subsatgas Investigasi di Polda Papua.

Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penegakan hukum yang terukur.

“Penanganan terhadap para tersangka dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami memastikan setiap proses berjalan dengan baik, termasuk pengamanan dan pendalaman perkara untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegasnya.

Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa penyidik akan mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang melibatkan ketiga tersangka.

“Pendalaman akan dilakukan secara komprehensif guna memastikan seluruh peran dan keterlibatan masing-masing tersangka terungkap secara jelas. Kami juga akan mengembangkan penyidikan apabila ditemukan keterlibatan pihak lain,” ujarnya.

Hingga pelaksanaan pemindahan dan pemeriksaan kesehatan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas setiap aksi kekerasan bersenjata demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.***

Polisi Buru Pelaku Penyerangan Pos Pengamanan PT Kristal Nabire yang Tewaskan Dua Orang
Jaga Negeri

Polisi Buru Pelaku Penyerangan Pos Pengamanan PT Kristal Nabire yang Tewaskan Dua Orang

Nabire, Papua Tengah – Polisi masih melakukan penyidikan dan pengejaran pelaku penyerangan bersenjata pada Pos Pengamanan PT Kristal di Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Sabtu (21/2/26) sekitar pukul 12.00 WIT.

Peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta kerusakan pada fasilitas perusahaan.

"Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” KATA Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Senin (23/2/2026).

Saat tiba di lokasi kejadian, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara runtuhan bangunan pos pengamanan yang juga terbakar.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat.

Selain itu, aparat menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan dari arah depan. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil.

Namun demikian, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi, diduga karena penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter.

Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik telah meminta keterangan empat orang saksi yang merupakan pegawai perusahaan. Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan didahului dengan suara tembakan, dan terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi kejadian. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut.

Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan tidak serta-merta menyimpulkan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penyelidikan tetap dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan hasil investigasi lapangan.

“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” tegas Yusuf.

Pihak kepolisian juga mendalami informasi mengenai dugaan perampasan senjata. Namun hingga saat ini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi PT tersebut, sehingga informasi terkait senjata masih dalam proses penyidikan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur.

“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujar Brigjen Pol. Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa upaya pengejaran terhadap para pelaku telah dilakukan sejak hari kejadian. Aparat juga melakukan pemetaan serta profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” jelasnya.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap pelaku, motif penyerangan, serta memastikan identitas korban. Perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah proses investigasi menunjukkan hasil yang lebih komprehensif.***

Operasi Damai Cartenz di Yahukimo Papua, 28 Orang Diamankan dan 9 Ditetapkan Tersangka
Jaga Negeri

Operasi Damai Cartenz di Yahukimo Papua, 28 Orang Diamankan dan 9 Ditetapkan Tersangka

Yahukimo, Papua Pegunungan – Sebanyak 28 orang telah diamankan oleh Satgas Damai Cartenz 2026 bersama aparat gabungan lainnya dalam serangkaian operasi penegakan hukum yang digelar sejak tanggal 10 hingga 21 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

“Sejak tanggal 10 sampai 21 Februari, sampai dengan hari ini, kita telah berhasil mengamankan sejumlah 28 orang,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan tertulis pada MediaHub Polri, Minggu (22/2/2026). 

Kombes Yusuf menjelaskan, bahwa penindakan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil patroli dan identifikasi lapangan. Ia merinci, pada 10 Februari pukul 07.30 WIT diamankan dua orang.

Kemudian pada 15 Februari pukul 22.20 WIT kembali dua orang diamankan. Pada 16 Februari pukul 07.30 WIT, dua orang kembali ditangkap.

“Selanjutnya pada Jumat, 20 Februari pukul 07.30 kami mengamankan delapan orang. Masih di hari yang sama, pukul 11.00 dua orang diamankan, dan pukul 13.25 satu orang kembali kami amankan,” jelasnya.

“Dan pada hari ini, pukul 07.00 pagi, kami berhasil mengamankan 11 orang. Jadi total keseluruhan 28 orang telah berhasil kita amankan,” tambahnya.

“Dari 28 orang tersebut, sembilan orang telah kita tetapkan sebagai tersangka melalui proses penyelidikan, mitigasi, dan investigasi di lapangan,” tegas Kombes Yusuf.

Dua tersangka, Atius Sobolim dan Elipianus Esema, terkait kasus pembakaran Ruko Blok B pada 14 Februari 2026. Tiga tersangka lainnya, Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya, terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.

Selain itu, penyidik juga mengungkap keterlibatan Homi Heluka alias Serius Kobak dalam beberapa kasus seperti penembakan anggota Brimob tahun 2022, pembakaran mobil Satbinmas tahun 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan Daniel Datti dan pengrusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026.

Simak Kipka alias Aibon Kipka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembakaran mobil Triton milik Kepala Desa Yalmabil pada 18 Februari 2026. Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada tanggal 12 Februari 2026.

Sementara itu, Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap penjual pinang Ester Karbeka pada 17 Februari 2026 yang sempat viral karena rekaman CCTV, serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada 22 September 2025.

“Untuk yang lainnya masih kita dalami keterlibatannya, apakah terkait dengan kejadian yang telah disebutkan atau ada tindak pidana lain yang belum sempat kita data,” ujar Kasatgas Humas.

Dari penggerebekan di enam lokasi, aparat mengamankan barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang tertentu, serta telepon genggam. Senjata api belum ditemukan.

“Untuk senjata api sementara belum kita temukan. Seluruh terduga saat ini diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz serta Polres Yahukimo, dibackup oleh Brimob dari Sat Brimob Polda Papua,” jelasnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menyampaikan, bahwa peningkatan aktivitas kelompok bersenjata tidak terlepas dari kaburnya Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025.

“Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Itu menjadi pemicu kembali maraknya kejadian di Yahukimo,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa sembilan tersangka yang telah ditetapkan merupakan bagian dari jaringan KKB.

“Upaya pencegahan kami lakukan dengan menambah jumlah pasukan dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua, serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk melakukan pemetaan dan profiling wilayah, termasuk waktu dan jam rawan. Patroli dilakukan terus-menerus,” ujarnya.

Satgas Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan di Kabupaten Yahukimo melalui patroli intensif dan penegakan hukum yang terukur guna menjaga stabilitas wilayah dan melindungi masyarakat.***

Satgas Damai Cartenz Perkirakan Jumlah Anggota KKB di Yahukimo Papua Mencapai 200 Orang
Jaga Negeri

Satgas Damai Cartenz Perkirakan Jumlah Anggota KKB di Yahukimo Papua Mencapai 200 Orang

Jayapura, Papua - Satgas Damai Cartenz memperkirakan jumlah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mencapai sekitar 200 orang. Mereka tersebar dalam beberapa kelompok kecil di wilayah Yahukimo.

"Dari laporan yang diterima bahwa anggota KKB di Yahukimo tersebar dalam kelompok kecil dan sering melakukan aksi penyerangan dan penembakan," ujar Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Faizal Rahmadani mengungkapkan, sejak Januari telah terjadi 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan KKB, dengan pola serangan yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Menurutnya, sasaran kekerasan tidak hanya aparat keamanan, tetapi juga warga sipil, termasuk pilot, sopir, serta pekerja pembangunan sekolah.

"Negara tidak boleh kalah oleh teror yang dilakukan KKB sehingga Satgas Damai Cartenz memastikan melakukan penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil," ujar Faizal.

Terkait proses hukum terhadap pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai pada Rabu (11/2), Faizal menjelaskan bahwa langkah yang diambil dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

Satgas Damai Cartenz, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan rasa aman masyarakat serta kelancaran aktivitas penerbangan perintis.

"Pengamanan di lapangan terbang, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus ditingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” pungkasnya.***

Sopir Truk Tangki Air Bersih di Yahukimo Papua Pegunungan Jadi Korban Penembakan OTK
Jaga Negeri

Sopir Truk Tangki Air Bersih di Yahukimo Papua Pegunungan Jadi Korban Penembakan OTK

Yahukimo, Papua Pegunungan — Aksi kekerasan terhadap warga sipil kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seorang sopir mobil tangki air bersih menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di jalur poros Dekai menuju Lopon, Kamis (12/2/2026).

Korban diketahui sedang mengemudikan kendaraan tangki suplai air bersih untuk masyarakat di wilayah Lopon. Saat dalam perjalanan, korban ditembaki dari arah pinggir jalan dan mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri.

Meski dalam kondisi terluka, korban bersama seorang kenek yang mendampinginya tetap melanjutkan perjalanan hingga berhasil mencapai Lopon untuk menyelamatkan diri. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo kemudian bergerak cepat menuju lokasi.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis intensif, namun karena sempat mengalami kondisi kritis, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani,menegaskan bahwa aparat tidak akan mentolerir aksi kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas pelayanan kebutuhan dasar.

“Korban adalah masyarakat yang sedang bekerja mengangkut kebutuhan dasar berupa air bersih. Ini tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Kami bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan mengamankan situasi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku,” tegas Faizal Ramadhani.

Ia menambahkan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah Operasi Damai Cartenz.

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Tidak boleh ada rasa takut ketika warga mencari nafkah atau menjalankan pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo,  membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi serta langkah cepat yang telah diambil aparat.

“Benar, telah terjadi penembakan terhadap seorang sopir kendaraan tangki air bersih di jalur Dekai menuju Lopon. Korban mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri dan sempat melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri. Setelah menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi, melakukan pengecekan, serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis hingga akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Papua di Jayapura,” jelasnya.

Ia menambahkan, usai proses evakuasi, aparat melakukan respons taktis di sekitar lokasi kejadian. Petugas sempat mendapati tiga hingga empat orang mencurigakan yang kemudian melarikan diri dengan menyeberangi Kali Biru dan masuk ke area hutan. Hingga kini, penyisiran dan pengejaran masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan mengarah pada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Yahukimo. Aparat masih mendalami identitas dan keterkaitan kelompok tersebut guna memastikan proses hukum berjalan optimal.

Sebagai langkah antisipatif, pengamanan di jalur distribusi logistik dan sejumlah objek vital di Kabupaten Yahukimo turut ditingkatkan. Koordinasi bersama pemerintah daerah juga dilakukan untuk menjamin distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan dengan pengawalan yang memadai.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.***

Bersembunyi di Hutan, 13 Penumpang Pesawat Smart Air yang Ditembak KKB di Boven Digoel Berhasil Selamat
Jaga Negeri

Bersembunyi di Hutan, 13 Penumpang Pesawat Smart Air yang Ditembak KKB di Boven Digoel Berhasil Selamat

Boven Digoel, Papua Selatan - Tim gabungan dari Polri dan TNI tengah berusaha menjangkau lokasi penembakan pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR di Bandara Koroway Batu (Danowage) Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, yang menewaskan pilot dan co pilot pesawat tersebut.

Peristiwa penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu terjadi pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.25 WIT

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan tertulisnya menyatakan, bahwa letak geografis menjadi salah satu tantangan untuk menjangkau lokasi kejadian.

“Polda Papua dan pers Ops Damai Cartenz 2026 sedang Konsolidasi untuk merespon peristiwa tersebut. Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya,” kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Rabu (11/2/2026).

Jhony menerangkan, dari peristiwa ini terdapat dua korban jiwa yang merupakan pilot pesawat. Sedangkan seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri.

“Informasi lapangan, kedua pilot meninggal dunia. Sedangkan, semua penumpang dalam keadaan selamat, 13 penumpang termasuk 1 balita,” ujar Kadiv Humas.

Sebelumnya, aksi keji kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Koroway Batu (Danowage) Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.25 WIT

Kasatgas Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramdani, membenarkan peristiwa penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR tersebut. Ia menyatakan terdapat dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut, yaitu pilot dan co pilot atas nama Capt. Egon e dan Capt. Baskoro.

Pesawat yang membawa 13 penumpang tersebut melakukan penerbangan dengan rute Tanah Merah-Danawage/Koroway batu pada Rabu pagi. 

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Koroway Batu pukul 10.05 WIB. Saat itu, penembakan terjadi dan mengenai pilot pesawat, sedangkan para penumpang menyelamatkan diri dengan bersembunyi ke arah hutan.***

Aksi Keji KKB di Boven Digoel Papua Selatan, Tembak Mati Pilot dan Co Pilot Pesawat Smart Air
Jaga Negeri

Aksi Keji KKB di Boven Digoel Papua Selatan, Tembak Mati Pilot dan Co Pilot Pesawat Smart Air

Boven Digoel, Papua Selatan -  Aksi keji kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Koroway Batu (Danowage) Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.25 WIT

Kasatgas Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramdani, membenarkan peristiwa penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR tersebut. Ia menyatakan terdapat dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut, yaitu pilot dan co pilot atas nama Capt. Egon e dan Capt. Baskoro.

"Iya betul. Informasi awal seperti itu (korbannya pilot)," jelas Brigjen Faizal, Rabu (11/2/2026).

Faizal menerangkan, saat ini masih dilakukan penyelidikan kelompok sipil bersenjata pimpinan siapa yang melakukan penembakan. Sehingga, belum bisa dijelaskan rinci kronologi peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi, pesawat yang membawa 13 penumpang tersebut melakukan penerbangan dengan rute Tanah Merah-Danawage/Koroway batu. Pesawat berangkat pukul 10.38 WIT tadi pagi.

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Koroway Batu pukul 10.05 WIB. Saat itu, penembakan terjadi dan mengenai pilot pesawat, sedangkan para penumpang menyelamatkan diri dengan bersembunyi ke arah hutan.***

Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli, Jamin Ibadah Minggu di Distrik Sinak Papua Tengah Berlangsung Damai
Jaga Negeri

Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli, Jamin Ibadah Minggu di Distrik Sinak Papua Tengah Berlangsung Damai

Puncak, Papua Pegunungan - Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terlihat bersiaga sejak pagi, memastikan jalannya ibadah umat Nasrani di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dapat berlangsung aman dan penuh khidmat, pada Minggu (8/2/2026).

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel di Pos Belukar, Minggu (8/2/2026) pukul 09.26 WIT, dipimpin Briptu Fahri Yansyah. Dalam apel tersebut, dilakukan pemeriksaan kesiapan personel, kelengkapan perorangan, serta pembagian tugas pengamanan.

Dari titik itu, personel bergerak menuju lokasi ibadah di wilayah Sinak. Kehadiran aparat bukan sekadar penjagaan, tetapi bentuk nyata negara hadir memberi rasa aman di tengah masyarakat yang sedang menjalankan keyakinannya.

Di wilayah pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri, ketenangan saat beribadah menjadi hal yang sangat berarti. Itulah yang ingin dijaga oleh Satgas Damai Cartenz 2026: memastikan masyarakat bisa berdoa tanpa rasa khawatir.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah adalah bagian dari komitmen Polri dalam melindungi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa aparat hadir untuk melindungi, bukan menakuti. Ketika warga bisa beribadah dengan tenang, di situlah kehadiran kami benar-benar berarti,” ujar Brigjen Faizal Ramadhani.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol  Adarma Sinaga, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tugas di lapangan.

“Pengamanan ibadah bukan hanya soal prosedur, tetapi soal empati. Kami ingin membangun rasa saling percaya, bahwa aparat dan masyarakat berjalan bersama menjaga kedamaian,” kata Kombes Adarma Sinaga.

Kegiatan pengamanan berlangsung hingga pukul 10.46 WIT dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Warga pun menyambut hangat kehadiran personel, merasa lebih nyaman selama mengikuti rangkaian ibadah.

Di Sinak pagi itu, kedamaian bukan sekadar kata. Ia hadir lewat langkah sunyi aparat yang berjaga, memastikan doa-doa warga dapat dipanjatkan tanpa rasa takut.***

Hangat dan Penuh Keakraban, Personel Satgas Damai Cartenz Sapa Warga Kampung Yunabol Oksibil Papua
Jaga Negeri

Hangat dan Penuh Keakraban, Personel Satgas Damai Cartenz Sapa Warga Kampung Yunabol Oksibil Papua

Pegunungan Bintang, Papua – Bukan operasi penindakan, melainkan sapaan hangat, obrolan ringan, dan pesan kesehatan yang dibawa langsung oleh personel Ops Damai Cartenz 2026, untuk warga Kampung Yunabol, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Rabu (4/2/2026).

Pegunungan yang biasanya sunyi itu mendadak terasa lebih hidup ketika personel berseragam cokelat yang dipimpin Ipda Ranto Achmad Chamdani tersebut berjalan menyusuri jalan setapak Kampung Yunabol.

Pelaksanakan patroli dialogis sekaligus sosialisasi kesehatan sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri di wilayah pegunungan Papua.

Para personel Polri ini mendatangi rumah-rumah warga, berbincang langsung dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan edukasi sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah keterbatasan akses layanan medis.

Di wilayah dengan medan geografis yang menantang dan fasilitas kesehatan terbatas, persoalan kesehatan kerap menjadi kekhawatiran warga.

Kehadiran personel Satgas dengan pendekatan persuasif menjadi jembatan untuk membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat. Pendekatan ini juga membawa pesan kebersamaan bahwa Papua Adalah Kita, yang perlu dirawat dan dijaga bersama.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. aizal Ramadhani, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah wajah lain dari kehadiran Polri di Papua.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran aparat bukan hanya soal keamanan, tetapi juga kepedulian. Melalui patroli dialogis dan sosialisasi kesehatan ini, kami membangun kedekatan sekaligus membantu warga menjaga kualitas hidupnya. Papua adalah rumah kita bersama, mari kita rawat dan jaga bersama,” ujar Faizal Ramadhani.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa komunikasi langsung menjadi kunci menciptakan situasi yang kondusif.

“Ketika anggota kami duduk, berbicara, dan mendengar langsung keluhan warga, di situlah kepercayaan tumbuh. Dari kepercayaan itu, stabilitas keamanan akan terjaga secara alami. Semangatnya sederhana, tong baku jaga,” kata Adarma Sinaga.

Respons masyarakat Kampung Yunabol pun terasa hangat. Warga menyambut baik kegiatan tersebut karena merasa diperhatikan, sekaligus mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga mereka.

Kegiatan berlangsung aman dan penuh keakraban. Bagi warga Yunabol, hari itu bukan sekadar patroli, tetapi momen ketika negara hadir lewat sentuhan yang lebih manusiawi untuk wujud Ops Damai Cartenz 2026 yang bekerja dengan hati dan ketulusan. Papua tetap damai, dijaga bersama, satu kampung demi satu kampung.***

Menjalin Kedekatan dengan Masyarakat Jadi Kunci Polri Jaga Kedamaian Papua
Jaga Negeri

Menjalin Kedekatan dengan Masyarakat Jadi Kunci Polri Jaga Kedamaian Papua

Nduga, Papua Pegunungan – Pendekatan keamanan di Tanah Papua terus bertransformasi. Tak sekadar menjaga situasi lewat pos penjagaan, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 memilih langkah jemput bola dengan menyapa langsung masyarakat hingga ke pelosok kampung.

Seperti yang terlihat di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Kamis (2/2). Personil ODC 2026 Sektor 3 Nduga menggelar patroli jalan kaki menyusuri Kampung Kora hingga ke halaman Gereja Siom, tak jauh dari Pos Koteka.

Bukan dengan ketegangan, kehadiran aparat justru disambut suasana akrab. Dalam kegiatan "sambang masyarakat" tersebut, personil Polri tampak berdialog santai dengan warga dan jemaat gereja, sembari menyerahkan bantuan bahan makanan (bama).

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan, langkah ini menjadi simbol nyata kehadiran negara untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Ia menyebutkan bahwa kegiatan fisik seperti patroli hanyalah satu sisi mata uang, disisi lainnya yang tak kalah penting adalah memenangkan hati masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa dekat dengan Polri. Melalui kegiatan sambang ini, kami berharap dapat memperkuat hubungan serta membangun kepercayaan (trust) antara masyarakat dengan aparat," kata Brigjen Pol Faizal Ramadhani dalam keterangannya, dilansir dari laman MediaHub Polri, Jumat (6/2/2026).

Brigjen Pol Faizal menambahkan, kedekatan emosional adalah kunci vital. Ketika masyarakat percaya pada aparat, maka tugas Satgas Tindak ODC dalam menjaga keamanan wilayah menjadi lebih efektif dan didukung penuh oleh warga setempat.

Lebih jauh ia menekankan bahwa situasi kondusif di Nduga dan Papua secara umum bukan kerja satu pihak saja. Sinergi antara warga dan kepolisian adalah pondasi utama.

"Kita harus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Tanah Papua. Masyarakat dan Polri harus bekerja sama untuk mewujudkan kedamaian yang berkelanjutan," tambahnya.

Menutup keterangannya, Kaops Damai Cartenz menyampaikan pesan moral kepada seluruh elemen masyarakat Papua. Ia mengajak semua pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban.

"Kerjasama dan saling menghargai antar sesama akan menciptakan lingkungan yang aman dan damai," pungkasnya.***