Banjir Terjang Sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali
Nusantara

Banjir Terjang Sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali

Denpasar, Bali - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di Provinsi Bali mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terendambanjir.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Kabupaten Tabanan banjir terjadi di Kecamatan Kediri, tepatnya di Kelurahan Kediri. Sebanyak 3 kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak dan masih dalam proses pendataan.

"Kondisi mutakhir pada Rabu (25/2/2025), banjir di Kabupaten Tabanan telah surut total. Di Kota Denpasar, genangan berangsur surut dengan tinggi muka air sekitar ±5 hingga 60 sentimeter dan penanganan masih berlangsung."  jelas BNPB dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, di Kota Denpasar, banjir terjadi di empat kecamatan, yakni Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. Data korban terdampak masih dalam pendataan oleh petugas di lapangan.

Di Kabupaten Badung, banjir terjadi di Kecamatan Kuta yang meliputi Kelurahan Seminyak dan Kelurahan Legian, serta Kecamatan Kuta Selatan di Kelurahan Jimbaran. Data korban terdampak di wilayah ini juga masih dalam pendataan.

Selain berdampak pada warga, beberapa unit rumah dan akses jalan dilaporkan terdampak di tiga wilayah tersebut. Rincian kerugian materiel masih dalam proses asesmen.

"BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kota Denpasar dan BPBD Kabupaten Badung telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak serta pompanisasi guna mempercepat surutnya genangan." lanjut keterangan BNPB.

Di Kabupaten Badung, sebagian wilayah telah surut dan genangan tersisa di satu titik di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu genangan kembali." imbau BNPB.

Masyarakat diharapkan rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.

BNPB juga mendorong BPBD dan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi.***

Banjir Terjang Sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali
Nusantara

Banjir Terjang Sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali

Denpasar, Bali - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di Provinsi Bali mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terendambanjir.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Kabupaten Tabanan banjir terjadi di Kecamatan Kediri, tepatnya di Kelurahan Kediri. Sebanyak 3 kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak dan masih dalam proses pendataan.

"Kondisi mutakhir pada Rabu (25/2/2025), banjir di Kabupaten Tabanan telah surut total. Di Kota Denpasar, genangan berangsur surut dengan tinggi muka air sekitar ±5 hingga 60 sentimeter dan penanganan masih berlangsung."  jelas BNPB dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, di Kota Denpasar, banjir terjadi di empat kecamatan, yakni Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. Data korban terdampak masih dalam pendataan oleh petugas di lapangan.

Di Kabupaten Badung, banjir terjadi di Kecamatan Kuta yang meliputi Kelurahan Seminyak dan Kelurahan Legian, serta Kecamatan Kuta Selatan di Kelurahan Jimbaran. Data korban terdampak di wilayah ini juga masih dalam pendataan.

Selain berdampak pada warga, beberapa unit rumah dan akses jalan dilaporkan terdampak di tiga wilayah tersebut. Rincian kerugian materiel masih dalam proses asesmen.

"BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kota Denpasar dan BPBD Kabupaten Badung telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak serta pompanisasi guna mempercepat surutnya genangan." lanjut keterangan BNPB.

Di Kabupaten Badung, sebagian wilayah telah surut dan genangan tersisa di satu titik di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu genangan kembali." imbau BNPB.

Masyarakat diharapkan rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.

BNPB juga mendorong BPBD dan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi.***

Ricuh Unjuk Rasa di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa yang Diamankan Diserahkan ke Pihak Rektorat
Nusantara

Ricuh Unjuk Rasa di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa yang Diamankan Diserahkan ke Pihak Rektorat

Yogyakarta – Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (24/2/2026) malam diwarnai kericuhan dan pengrusakan pagar sisi timur Mapolda DIY.

Aksi unjuk rasa tersebut merukan aksi keprihatian yang digelar kelompok warga, yang merespon sejumlah peristiwa kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian di sejumlah wilayah.

Yang terbaru adalah kasus meninggalnya seorang anak dibawah umur akibat aksi pembubaran balap liar yang dilakukan personel Brimob di Tual, Maluku, beberapa waktu lalu.

Meski sempat diwarnai kericuhan, situasi unjuk rasa secara umum dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian dan kondisi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan tetap aman dan kondusif.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menyampaikan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.

“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Kombes Pol Ihsan.

Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas.

“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Kombes Pol Ihsan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang turut bersinergi bersama aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, pendekatan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa. Petugas, kata dia, tetap bersikap sabar dan persuasif meskipun menghadapi massa yang sempat bertindak anarkis.

Dalam kegiatan tersebut, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Namun, ketiganya telah diserahkan kembali kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus.

Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan adalah tidak benar.

“Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi,” tegasnya.

Saat ini, situasi di depan Mapolda DIY dilaporkan aman dan terkendali. Arus lalu lintas telah kembali normal dan secara umum kondisi kamtibmas di wilayah DIY dalam keadaan kondusif.***

Bentrok Antar Warga di Tual Maluku, Kapolres Terluka Akibat Anak Panah saat Pengamanan
Nusantara

Bentrok Antar Warga di Tual Maluku, Kapolres Terluka Akibat Anak Panah saat Pengamanan

Tual, Maluku - Bentrokan antar dua kelompok warga terjadi di Kota Tual, Maluku, pada Selasa (24/2/2026). Bentrokan ini melibatkan kelompok pemuda Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual.

Untuk mengamankan situasi, aparat gabungan bergerak cepat melakukan antisipasi, melalui pendekatan persuasif dan pengamanan berlapis, situasi dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke wilayah lain.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi menjelaskan, bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 16.59 WIT saat terjadi aksi saling serang antar kedua kelompok.

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polres Tual segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan memberikan imbauan agar massa menghentikan aksi kekerasan serta kembali ke lingkungan masing-masing.

Wakapolres Tual Kompol Roni F. Manawan, bersama personel Dalmas tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya dialog. Selanjutnya, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro mengambil alih pengendalian di lapangan guna memastikan penanganan berjalan proporsional dengan mengutamakan keselamatan warga.

Dalam proses pengamanan tersebut, Kapolres Tual mengalami luka akibat terkena anak panah di bagian lutut kiri. Selain itu, seorang warga Fiditan Kampung Baru berusia 19 tahun juga mengalami luka pada bagian kaki. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur dan dalam kondisi sadar.

Menurut Kombes Rositah, untuk memperkuat stabilisasi, personel BKO dari Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku dikerahkan dan ditempatkan secara seimbang di dua titik pengamanan pada masing-masing kompleks. Langkah ini dilakukan guna mencegah benturan lanjutan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sekitar pukul 18.10 WIT, massa dari kedua kelompok mulai membubarkan diri dan kembali ke lingkungan masing-masing. Aparat tetap bersiaga guna memastikan situasi tetap kondusif dan mengantisipasi potensi provokasi susulan.

Kabid Humas juga menambahkan bahwa sebagai bagian dari upaya pemulihan dan rekonsiliasi sosial, direncanakan pertemuan bersama pada malam harinya yang melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta perwakilan kedua kelompok pemuda. Forum tersebut bertujuan membangun komunikasi, meredakan ketegangan, dan mencari solusi damai melalui musyawarah.

Kapolres Tual melalui keterangannya menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama serta mengajak seluruh elemen untuk menahan diri dan tidak terprovokasi isu yang belum tentu benar, serta mempercayakan penanganan situasi kepada aparat.

“Kedamaian dan persaudaraan adalah kekuatan utama masyarakat Tual. Kami mengajak semua pihak untuk memilih dialog dan kebersamaan sebagai jalan keluar,” ujar Kapolres.

Hingga laporan ini disusun, kondisi di wilayah Fiditan terpantau aman dan terkendali. Aparat bersama tokoh masyarakat terus mengedepankan pendekatan humanis untuk menjaga stabilitas dan merawat keharmonisan sosial di Kota Tual.***

News Update

Majelis Rakyat Papua Kecam Aksi Kekerasan Kelompok Kriminal Atas Warga Sipil di Papua
Jaga Negeri

Majelis Rakyat Papua Kecam Aksi Kekerasan Kelompok Kriminal Atas Warga Sipil di Papua

Jayapura, Papua – Berbagai aksi kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Papua dalam beberapa waktu terakhir mengundang keprihatinan yang mendalam dari berbagai pihak, termasuk dari Majelis Rakyat Papua (MRP).

Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari unsur adat, Max Adnir Uhi, mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan tersebut. Salah satunya adalah kasus pembunuhan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Max Adnir menyebut peristiwa tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan, terlebih korban diketahui telah lama mengabdi dan bekerja di Papua.

“Kami sangat mengutuk keras tindakan tersebut. Korban adalah warga sipil yang sudah lama mengabdi di Tanah Papua,” kata Max dalam keterangan di Jayapura, dikutip Selasa (24/2/2026).

Selain itu, MRP juga menyoroti kasus pembantaian warga sipil di Kabupaten Yahukimo, termasuk yang terjadi di lingkungan sekolah. Menurut dia, tindakan kekerasan di area pendidikan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena sekolah merupakan tempat membangun masa depan generasi Papua.

“Sekolah adalah tempat mendidik anak-anak kita untuk membangun negeri ini. Kalau pendidikan terganggu karena rasa takut, maka masa depan Papua juga ikut terancam,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, yang semakin menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah pegunungan Papua.

MRP, lanjutnya, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua, mulai dari pemerintah daerah, DPRP, MRP, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat, untuk duduk bersama dalam satu forum guna merumuskan langkah bersama menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Max, kondisi keamanan menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan di Papua. Tanpa jaminan keamanan, proses pembangunan akan sulit berjalan optimal.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya TNI dan Polri. Kita semua, termasuk masyarakat, harus menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai,” katanya.

MRP juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas melakukan pengamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah pedalaman dengan medan yang berat dan penuh tantangan.

Selain itu, pihaknya meminta pemerintah pusat serta jajaran TNI dan Polri, termasuk Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua, untuk terus memperkuat langkah pengamanan guna menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Max mengungkapkan, situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk adanya sekolah di wilayah pegunungan yang terpaksa tutup karena guru dan siswa merasa khawatir.

“Kalau keamanan tidak terjamin, masyarakat menjadi resah dan aktivitas terganggu. Karena itu, mari kita duduk bersama dan menyampaikan pesan bahwa Papua tetap harus kita jaga sebagai tanah yang damai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu menjaga stabilitas keamanan demi masa depan Papua yang lebih baik.***

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pentolan KKB Meno Heluka di Yahukimo Papua Pegunungan
Jaga Negeri

Satgas Damai Cartenz Tangkap Pentolan KKB Meno Heluka di Yahukimo Papua Pegunungan

Yahukimo, Papua Pegunungan – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang terduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Meno Heluka, dalam operasi yang dilaksanakan pada Senin (23/2/2026) pagi di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan.

Meno Heluka diamankan di area Pasar Baru setelah sebelumnya terpantau selama kurang lebih dua hari berada di sekitar Terminal 88 dan diduga hendak bergeser menuju wilayah Korowai.

Tim Gakkum Unit Yahukimo bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pemantauan lapangan sebelum akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan. Selanjutnya, Meno Heluka dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pendalaman lebih lanjut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa proses penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan pengembangan informasi di lapangan.

“Tim telah melakukan monitoring dan pendalaman terhadap pergerakan yang bersangkutan.” jelas Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

"Saat dipastikan keberadaannya, personel langsung bergerak cepat dan terukur sehingga Meno Heluka berhasil diamankan tanpa menimbulkan gangguan terhadap situasi kamtibmas di sekitar lokasi." lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh penyidik, Meno Heluka diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025 silam.

Serka Segar Mulyana merupakan prajurit TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Yahukimo, dengan tanggung jawab melaksanakan pembinaan teritorial serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Insiden tersebut terjadi saat korban sedang menjalankan tugas negara dalam rangka mendukung stabilitas keamanan di daerah yang tergolong rawan gangguan bersenjata.

Selain dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut, Meno Heluka diketahui merupakan salah satu anggota inti dari kelompok Kopitua Heluka, yang selama ini masuk dalam pemetaan aparat sebagai kelompok yang aktif melakukan aksi kekerasan bersenjata di wilayah Pegunungan Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan terhadap anggota kelompok bersenjata akan terus dilakukan secara terukur dan profesional.

“Setiap individu yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap aparat maupun masyarakat sipil akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengamanan tersebut merupakan hasil kerja personel dan koordinasi yang solid antar unsur di lapangan.

“Kami terus melakukan pemetaan dan profiling terhadap jaringan yang masih aktif. Pemeriksaan terhadap Meno Heluka saat ini difokuskan untuk mendalami peran yang bersangkutan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan kelompok tersebut,” jelasnya.

Saat ini, Meno Heluka berada di Ruang Sat Reskrim Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Aparat memastikan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur guna mengungkap secara menyeluruh dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam rangkaian aksi kekerasan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.***

Tiga Tersangka Anggota KKB Yahukimo Dipindahkan ke Jayapura, Ini Rekam Jejak Kriminal Mereka
Jaga Negeri

Tiga Tersangka Anggota KKB Yahukimo Dipindahkan ke Jayapura, Ini Rekam Jejak Kriminal Mereka

Yahukimo, Papua Pegunungan – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memindahkan tiga tersangka kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan ke Jayapura, Papua pada Senin (23/2/2026). Pemindahan para tersangka dilakukan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolda Papua.

Ketiga tersangka yang dipindahkan tersebut adalah Homi Heluka, Enage Hiluka, dan Kotor Payage alias Kotoran Giban. Ketiganya merupakan daftar pencarian orang (DPO) dan diketahui sebagai tokoh dalam jaringan KKB yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.

“Pada hari ini kami telah mengirimkan tiga tersangka dari Yahukimo ke Jayapura. Mereka merupakan DPO dan tokoh kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yahukimo. Pengiriman dilakukan dengan alasan keamanan untuk proses hukum lebih lanjut di Polda Papua,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin  (23/2/2026).

Yusuf menjelaskan, bahwa ketiga tersangka diduga kuat terlibat dalam berbagai tindak pidana, mulai dari pembakaran, pengerusakan, penganiayaan berat hingga pembunuhan.

Homi Heluka terlibat dalam penembakan anggota Brimob pada 2022, pembakaran mobil Satbinmas pada Januari 2025, pembunuhan para pendulang pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 Yahukimo pada Juni 2025, penganiayaan dan pembunuhan pekerja pada Juni 2025, pembakaran mobil pada Januari 2026, pembunuhan Daniel Dati dan pengerusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap Suwono pada Februari 2026.

Sementara itu, Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap Ester Karbeka, seorang penjual pinang, pada 17 Februari 2026 serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada September 2025.

Adapun Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada 12 Februari 2026.

Proses pemindahan dilakukan melalui Bandar Udara Sentani, Jayapura, sekitar pukul 14.00 WIT dengan pengawalan ketat aparat gabungan Satgas. Setibanya di Jayapura, ketiga tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK. II Jayapura sebelum menjalani pemeriksaan dan pendalaman oleh tim Subsatgas Investigasi di Polda Papua.

Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penegakan hukum yang terukur.

“Penanganan terhadap para tersangka dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami memastikan setiap proses berjalan dengan baik, termasuk pengamanan dan pendalaman perkara untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegasnya.

Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa penyidik akan mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang melibatkan ketiga tersangka.

“Pendalaman akan dilakukan secara komprehensif guna memastikan seluruh peran dan keterlibatan masing-masing tersangka terungkap secara jelas. Kami juga akan mengembangkan penyidikan apabila ditemukan keterlibatan pihak lain,” ujarnya.

Hingga pelaksanaan pemindahan dan pemeriksaan kesehatan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas setiap aksi kekerasan bersenjata demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.***

Polisi Buru Pelaku Penyerangan Pos Pengamanan PT Kristal Nabire yang Tewaskan Dua Orang
Jaga Negeri

Polisi Buru Pelaku Penyerangan Pos Pengamanan PT Kristal Nabire yang Tewaskan Dua Orang

Nabire, Papua Tengah – Polisi masih melakukan penyidikan dan pengejaran pelaku penyerangan bersenjata pada Pos Pengamanan PT Kristal di Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Sabtu (21/2/26) sekitar pukul 12.00 WIT.

Peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta kerusakan pada fasilitas perusahaan.

"Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” KATA Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Senin (23/2/2026).

Saat tiba di lokasi kejadian, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara runtuhan bangunan pos pengamanan yang juga terbakar.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat.

Selain itu, aparat menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan dari arah depan. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil.

Namun demikian, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi, diduga karena penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter.

Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik telah meminta keterangan empat orang saksi yang merupakan pegawai perusahaan. Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan didahului dengan suara tembakan, dan terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi kejadian. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut.

Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan tidak serta-merta menyimpulkan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penyelidikan tetap dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan hasil investigasi lapangan.

“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” tegas Yusuf.

Pihak kepolisian juga mendalami informasi mengenai dugaan perampasan senjata. Namun hingga saat ini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi PT tersebut, sehingga informasi terkait senjata masih dalam proses penyidikan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur.

“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujar Brigjen Pol. Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa upaya pengejaran terhadap para pelaku telah dilakukan sejak hari kejadian. Aparat juga melakukan pemetaan serta profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” jelasnya.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap pelaku, motif penyerangan, serta memastikan identitas korban. Perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah proses investigasi menunjukkan hasil yang lebih komprehensif.***

Operasi Damai Cartenz di Yahukimo Papua, 28 Orang Diamankan dan 9 Ditetapkan Tersangka
Jaga Negeri

Operasi Damai Cartenz di Yahukimo Papua, 28 Orang Diamankan dan 9 Ditetapkan Tersangka

Yahukimo, Papua Pegunungan – Sebanyak 28 orang telah diamankan oleh Satgas Damai Cartenz 2026 bersama aparat gabungan lainnya dalam serangkaian operasi penegakan hukum yang digelar sejak tanggal 10 hingga 21 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

“Sejak tanggal 10 sampai 21 Februari, sampai dengan hari ini, kita telah berhasil mengamankan sejumlah 28 orang,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan tertulis pada MediaHub Polri, Minggu (22/2/2026). 

Kombes Yusuf menjelaskan, bahwa penindakan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil patroli dan identifikasi lapangan. Ia merinci, pada 10 Februari pukul 07.30 WIT diamankan dua orang.

Kemudian pada 15 Februari pukul 22.20 WIT kembali dua orang diamankan. Pada 16 Februari pukul 07.30 WIT, dua orang kembali ditangkap.

“Selanjutnya pada Jumat, 20 Februari pukul 07.30 kami mengamankan delapan orang. Masih di hari yang sama, pukul 11.00 dua orang diamankan, dan pukul 13.25 satu orang kembali kami amankan,” jelasnya.

“Dan pada hari ini, pukul 07.00 pagi, kami berhasil mengamankan 11 orang. Jadi total keseluruhan 28 orang telah berhasil kita amankan,” tambahnya.

“Dari 28 orang tersebut, sembilan orang telah kita tetapkan sebagai tersangka melalui proses penyelidikan, mitigasi, dan investigasi di lapangan,” tegas Kombes Yusuf.

Dua tersangka, Atius Sobolim dan Elipianus Esema, terkait kasus pembakaran Ruko Blok B pada 14 Februari 2026. Tiga tersangka lainnya, Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya, terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.

Selain itu, penyidik juga mengungkap keterlibatan Homi Heluka alias Serius Kobak dalam beberapa kasus seperti penembakan anggota Brimob tahun 2022, pembakaran mobil Satbinmas tahun 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan Daniel Datti dan pengrusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026.

Simak Kipka alias Aibon Kipka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembakaran mobil Triton milik Kepala Desa Yalmabil pada 18 Februari 2026. Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada tanggal 12 Februari 2026.

Sementara itu, Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap penjual pinang Ester Karbeka pada 17 Februari 2026 yang sempat viral karena rekaman CCTV, serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada 22 September 2025.

“Untuk yang lainnya masih kita dalami keterlibatannya, apakah terkait dengan kejadian yang telah disebutkan atau ada tindak pidana lain yang belum sempat kita data,” ujar Kasatgas Humas.

Dari penggerebekan di enam lokasi, aparat mengamankan barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang tertentu, serta telepon genggam. Senjata api belum ditemukan.

“Untuk senjata api sementara belum kita temukan. Seluruh terduga saat ini diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz serta Polres Yahukimo, dibackup oleh Brimob dari Sat Brimob Polda Papua,” jelasnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menyampaikan, bahwa peningkatan aktivitas kelompok bersenjata tidak terlepas dari kaburnya Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025.

“Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Itu menjadi pemicu kembali maraknya kejadian di Yahukimo,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa sembilan tersangka yang telah ditetapkan merupakan bagian dari jaringan KKB.

“Upaya pencegahan kami lakukan dengan menambah jumlah pasukan dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua, serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk melakukan pemetaan dan profiling wilayah, termasuk waktu dan jam rawan. Patroli dilakukan terus-menerus,” ujarnya.

Satgas Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan di Kabupaten Yahukimo melalui patroli intensif dan penegakan hukum yang terukur guna menjaga stabilitas wilayah dan melindungi masyarakat.***

Satgas Damai Cartenz Perkirakan Jumlah Anggota KKB di Yahukimo Papua Mencapai 200 Orang
Jaga Negeri

Satgas Damai Cartenz Perkirakan Jumlah Anggota KKB di Yahukimo Papua Mencapai 200 Orang

Jayapura, Papua - Satgas Damai Cartenz memperkirakan jumlah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mencapai sekitar 200 orang. Mereka tersebar dalam beberapa kelompok kecil di wilayah Yahukimo.

"Dari laporan yang diterima bahwa anggota KKB di Yahukimo tersebar dalam kelompok kecil dan sering melakukan aksi penyerangan dan penembakan," ujar Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Faizal Rahmadani mengungkapkan, sejak Januari telah terjadi 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan KKB, dengan pola serangan yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Menurutnya, sasaran kekerasan tidak hanya aparat keamanan, tetapi juga warga sipil, termasuk pilot, sopir, serta pekerja pembangunan sekolah.

"Negara tidak boleh kalah oleh teror yang dilakukan KKB sehingga Satgas Damai Cartenz memastikan melakukan penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil," ujar Faizal.

Terkait proses hukum terhadap pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai pada Rabu (11/2), Faizal menjelaskan bahwa langkah yang diambil dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

Satgas Damai Cartenz, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan rasa aman masyarakat serta kelancaran aktivitas penerbangan perintis.

"Pengamanan di lapangan terbang, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus ditingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” pungkasnya.***

Sopir Truk Tangki Air Bersih di Yahukimo Papua Pegunungan Jadi Korban Penembakan OTK
Jaga Negeri

Sopir Truk Tangki Air Bersih di Yahukimo Papua Pegunungan Jadi Korban Penembakan OTK

Yahukimo, Papua Pegunungan — Aksi kekerasan terhadap warga sipil kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seorang sopir mobil tangki air bersih menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di jalur poros Dekai menuju Lopon, Kamis (12/2/2026).

Korban diketahui sedang mengemudikan kendaraan tangki suplai air bersih untuk masyarakat di wilayah Lopon. Saat dalam perjalanan, korban ditembaki dari arah pinggir jalan dan mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri.

Meski dalam kondisi terluka, korban bersama seorang kenek yang mendampinginya tetap melanjutkan perjalanan hingga berhasil mencapai Lopon untuk menyelamatkan diri. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo kemudian bergerak cepat menuju lokasi.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis intensif, namun karena sempat mengalami kondisi kritis, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani,menegaskan bahwa aparat tidak akan mentolerir aksi kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas pelayanan kebutuhan dasar.

“Korban adalah masyarakat yang sedang bekerja mengangkut kebutuhan dasar berupa air bersih. Ini tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Kami bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan mengamankan situasi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku,” tegas Faizal Ramadhani.

Ia menambahkan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah Operasi Damai Cartenz.

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Tidak boleh ada rasa takut ketika warga mencari nafkah atau menjalankan pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo,  membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi serta langkah cepat yang telah diambil aparat.

“Benar, telah terjadi penembakan terhadap seorang sopir kendaraan tangki air bersih di jalur Dekai menuju Lopon. Korban mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri dan sempat melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri. Setelah menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi, melakukan pengecekan, serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis hingga akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Papua di Jayapura,” jelasnya.

Ia menambahkan, usai proses evakuasi, aparat melakukan respons taktis di sekitar lokasi kejadian. Petugas sempat mendapati tiga hingga empat orang mencurigakan yang kemudian melarikan diri dengan menyeberangi Kali Biru dan masuk ke area hutan. Hingga kini, penyisiran dan pengejaran masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan mengarah pada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Yahukimo. Aparat masih mendalami identitas dan keterkaitan kelompok tersebut guna memastikan proses hukum berjalan optimal.

Sebagai langkah antisipatif, pengamanan di jalur distribusi logistik dan sejumlah objek vital di Kabupaten Yahukimo turut ditingkatkan. Koordinasi bersama pemerintah daerah juga dilakukan untuk menjamin distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan dengan pengawalan yang memadai.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.***

Bersembunyi di Hutan, 13 Penumpang Pesawat Smart Air yang Ditembak KKB di Boven Digoel Berhasil Selamat
Jaga Negeri

Bersembunyi di Hutan, 13 Penumpang Pesawat Smart Air yang Ditembak KKB di Boven Digoel Berhasil Selamat

Boven Digoel, Papua Selatan - Tim gabungan dari Polri dan TNI tengah berusaha menjangkau lokasi penembakan pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR di Bandara Koroway Batu (Danowage) Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, yang menewaskan pilot dan co pilot pesawat tersebut.

Peristiwa penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu terjadi pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.25 WIT

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan tertulisnya menyatakan, bahwa letak geografis menjadi salah satu tantangan untuk menjangkau lokasi kejadian.

“Polda Papua dan pers Ops Damai Cartenz 2026 sedang Konsolidasi untuk merespon peristiwa tersebut. Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya,” kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Rabu (11/2/2026).

Jhony menerangkan, dari peristiwa ini terdapat dua korban jiwa yang merupakan pilot pesawat. Sedangkan seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri.

“Informasi lapangan, kedua pilot meninggal dunia. Sedangkan, semua penumpang dalam keadaan selamat, 13 penumpang termasuk 1 balita,” ujar Kadiv Humas.

Sebelumnya, aksi keji kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Koroway Batu (Danowage) Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.25 WIT

Kasatgas Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramdani, membenarkan peristiwa penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR tersebut. Ia menyatakan terdapat dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut, yaitu pilot dan co pilot atas nama Capt. Egon e dan Capt. Baskoro.

Pesawat yang membawa 13 penumpang tersebut melakukan penerbangan dengan rute Tanah Merah-Danawage/Koroway batu pada Rabu pagi. 

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Koroway Batu pukul 10.05 WIB. Saat itu, penembakan terjadi dan mengenai pilot pesawat, sedangkan para penumpang menyelamatkan diri dengan bersembunyi ke arah hutan.***

Aksi Keji KKB di Boven Digoel Papua Selatan, Tembak Mati Pilot dan Co Pilot Pesawat Smart Air
Jaga Negeri

Aksi Keji KKB di Boven Digoel Papua Selatan, Tembak Mati Pilot dan Co Pilot Pesawat Smart Air

Boven Digoel, Papua Selatan -  Aksi keji kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Koroway Batu (Danowage) Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.25 WIT

Kasatgas Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramdani, membenarkan peristiwa penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR tersebut. Ia menyatakan terdapat dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut, yaitu pilot dan co pilot atas nama Capt. Egon e dan Capt. Baskoro.

"Iya betul. Informasi awal seperti itu (korbannya pilot)," jelas Brigjen Faizal, Rabu (11/2/2026).

Faizal menerangkan, saat ini masih dilakukan penyelidikan kelompok sipil bersenjata pimpinan siapa yang melakukan penembakan. Sehingga, belum bisa dijelaskan rinci kronologi peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi, pesawat yang membawa 13 penumpang tersebut melakukan penerbangan dengan rute Tanah Merah-Danawage/Koroway batu. Pesawat berangkat pukul 10.38 WIT tadi pagi.

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Koroway Batu pukul 10.05 WIB. Saat itu, penembakan terjadi dan mengenai pilot pesawat, sedangkan para penumpang menyelamatkan diri dengan bersembunyi ke arah hutan.***

Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli, Jamin Ibadah Minggu di Distrik Sinak Papua Tengah Berlangsung Damai
Jaga Negeri

Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli, Jamin Ibadah Minggu di Distrik Sinak Papua Tengah Berlangsung Damai

Puncak, Papua Pegunungan - Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terlihat bersiaga sejak pagi, memastikan jalannya ibadah umat Nasrani di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dapat berlangsung aman dan penuh khidmat, pada Minggu (8/2/2026).

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel di Pos Belukar, Minggu (8/2/2026) pukul 09.26 WIT, dipimpin Briptu Fahri Yansyah. Dalam apel tersebut, dilakukan pemeriksaan kesiapan personel, kelengkapan perorangan, serta pembagian tugas pengamanan.

Dari titik itu, personel bergerak menuju lokasi ibadah di wilayah Sinak. Kehadiran aparat bukan sekadar penjagaan, tetapi bentuk nyata negara hadir memberi rasa aman di tengah masyarakat yang sedang menjalankan keyakinannya.

Di wilayah pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri, ketenangan saat beribadah menjadi hal yang sangat berarti. Itulah yang ingin dijaga oleh Satgas Damai Cartenz 2026: memastikan masyarakat bisa berdoa tanpa rasa khawatir.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah adalah bagian dari komitmen Polri dalam melindungi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa aparat hadir untuk melindungi, bukan menakuti. Ketika warga bisa beribadah dengan tenang, di situlah kehadiran kami benar-benar berarti,” ujar Brigjen Faizal Ramadhani.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol  Adarma Sinaga, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tugas di lapangan.

“Pengamanan ibadah bukan hanya soal prosedur, tetapi soal empati. Kami ingin membangun rasa saling percaya, bahwa aparat dan masyarakat berjalan bersama menjaga kedamaian,” kata Kombes Adarma Sinaga.

Kegiatan pengamanan berlangsung hingga pukul 10.46 WIT dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Warga pun menyambut hangat kehadiran personel, merasa lebih nyaman selama mengikuti rangkaian ibadah.

Di Sinak pagi itu, kedamaian bukan sekadar kata. Ia hadir lewat langkah sunyi aparat yang berjaga, memastikan doa-doa warga dapat dipanjatkan tanpa rasa takut.***

Hangat dan Penuh Keakraban, Personel Satgas Damai Cartenz Sapa Warga Kampung Yunabol Oksibil Papua
Jaga Negeri

Hangat dan Penuh Keakraban, Personel Satgas Damai Cartenz Sapa Warga Kampung Yunabol Oksibil Papua

Pegunungan Bintang, Papua – Bukan operasi penindakan, melainkan sapaan hangat, obrolan ringan, dan pesan kesehatan yang dibawa langsung oleh personel Ops Damai Cartenz 2026, untuk warga Kampung Yunabol, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Rabu (4/2/2026).

Pegunungan yang biasanya sunyi itu mendadak terasa lebih hidup ketika personel berseragam cokelat yang dipimpin Ipda Ranto Achmad Chamdani tersebut berjalan menyusuri jalan setapak Kampung Yunabol.

Pelaksanakan patroli dialogis sekaligus sosialisasi kesehatan sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri di wilayah pegunungan Papua.

Para personel Polri ini mendatangi rumah-rumah warga, berbincang langsung dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan edukasi sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah keterbatasan akses layanan medis.

Di wilayah dengan medan geografis yang menantang dan fasilitas kesehatan terbatas, persoalan kesehatan kerap menjadi kekhawatiran warga.

Kehadiran personel Satgas dengan pendekatan persuasif menjadi jembatan untuk membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat. Pendekatan ini juga membawa pesan kebersamaan bahwa Papua Adalah Kita, yang perlu dirawat dan dijaga bersama.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. aizal Ramadhani, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah wajah lain dari kehadiran Polri di Papua.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran aparat bukan hanya soal keamanan, tetapi juga kepedulian. Melalui patroli dialogis dan sosialisasi kesehatan ini, kami membangun kedekatan sekaligus membantu warga menjaga kualitas hidupnya. Papua adalah rumah kita bersama, mari kita rawat dan jaga bersama,” ujar Faizal Ramadhani.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa komunikasi langsung menjadi kunci menciptakan situasi yang kondusif.

“Ketika anggota kami duduk, berbicara, dan mendengar langsung keluhan warga, di situlah kepercayaan tumbuh. Dari kepercayaan itu, stabilitas keamanan akan terjaga secara alami. Semangatnya sederhana, tong baku jaga,” kata Adarma Sinaga.

Respons masyarakat Kampung Yunabol pun terasa hangat. Warga menyambut baik kegiatan tersebut karena merasa diperhatikan, sekaligus mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga mereka.

Kegiatan berlangsung aman dan penuh keakraban. Bagi warga Yunabol, hari itu bukan sekadar patroli, tetapi momen ketika negara hadir lewat sentuhan yang lebih manusiawi untuk wujud Ops Damai Cartenz 2026 yang bekerja dengan hati dan ketulusan. Papua tetap damai, dijaga bersama, satu kampung demi satu kampung.***

Menjalin Kedekatan dengan Masyarakat Jadi Kunci Polri Jaga Kedamaian Papua
Jaga Negeri

Menjalin Kedekatan dengan Masyarakat Jadi Kunci Polri Jaga Kedamaian Papua

Nduga, Papua Pegunungan – Pendekatan keamanan di Tanah Papua terus bertransformasi. Tak sekadar menjaga situasi lewat pos penjagaan, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 memilih langkah jemput bola dengan menyapa langsung masyarakat hingga ke pelosok kampung.

Seperti yang terlihat di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Kamis (2/2). Personil ODC 2026 Sektor 3 Nduga menggelar patroli jalan kaki menyusuri Kampung Kora hingga ke halaman Gereja Siom, tak jauh dari Pos Koteka.

Bukan dengan ketegangan, kehadiran aparat justru disambut suasana akrab. Dalam kegiatan "sambang masyarakat" tersebut, personil Polri tampak berdialog santai dengan warga dan jemaat gereja, sembari menyerahkan bantuan bahan makanan (bama).

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan, langkah ini menjadi simbol nyata kehadiran negara untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Ia menyebutkan bahwa kegiatan fisik seperti patroli hanyalah satu sisi mata uang, disisi lainnya yang tak kalah penting adalah memenangkan hati masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa dekat dengan Polri. Melalui kegiatan sambang ini, kami berharap dapat memperkuat hubungan serta membangun kepercayaan (trust) antara masyarakat dengan aparat," kata Brigjen Pol Faizal Ramadhani dalam keterangannya, dilansir dari laman MediaHub Polri, Jumat (6/2/2026).

Brigjen Pol Faizal menambahkan, kedekatan emosional adalah kunci vital. Ketika masyarakat percaya pada aparat, maka tugas Satgas Tindak ODC dalam menjaga keamanan wilayah menjadi lebih efektif dan didukung penuh oleh warga setempat.

Lebih jauh ia menekankan bahwa situasi kondusif di Nduga dan Papua secara umum bukan kerja satu pihak saja. Sinergi antara warga dan kepolisian adalah pondasi utama.

"Kita harus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Tanah Papua. Masyarakat dan Polri harus bekerja sama untuk mewujudkan kedamaian yang berkelanjutan," tambahnya.

Menutup keterangannya, Kaops Damai Cartenz menyampaikan pesan moral kepada seluruh elemen masyarakat Papua. Ia mengajak semua pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban.

"Kerjasama dan saling menghargai antar sesama akan menciptakan lingkungan yang aman dan damai," pungkasnya.***

Tiga Warga Sipil di Yahukimo Papua Pegunungan Menjadi Sasaran Penembakan Orang Tak Dikenal
Jaga Negeri

Tiga Warga Sipil di Yahukimo Papua Pegunungan Menjadi Sasaran Penembakan Orang Tak Dikenal

Yahukimo, Papua Pegunungan - Sebuah mobil pikap yang membawa tiga warga sipil menjadi sasaran penembakan dari orang tak dikenal, saat melintas di jalur KM 7, Kampung Maroku, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Minggu (1/2/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIT.  

Kendaraan tersebut dikemudikan Abdul Kadir (42) dengan dua penumpang, Peres Kusa (23) dan Luktar Pasomba (46). Saat melintasi lokasi, mereka melihat sekelompok orang bersenjata di sisi kiri jalan. Tak lama kemudian, beberapa kali tembakan terdengar mengarah ke kendaraan mereka.

Dalam kepanikan, Abdul Kadir langsung memacu kendaraan menjauh dari lokasi menuju arah Pelabuhan Logpon. Salah satu penumpang sempat melompat ke semak-semak untuk menyelamatkan diri sebelum akhirnya kembali bergabung setelah situasi dirasa aman.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan awal juga tidak menemukan bekas tembakan pada badan kendaraan.

Merespon laporan warga terkait penembakan tersebut, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo langsung melakukan penyisiran lokasi, pengamanan jalur, serta memintai keterangan dari para korban guna memastikan situasi tetap terkendali.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.

“Kami tidak ingin masyarakat hidup dalam rasa takut saat beraktivitas. Begitu laporan masuk, personel langsung bergerak mengamankan jalur dan memastikan warga selamat. Ini komitmen kami untuk selalu hadir memberi rasa aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, aparat masih mendalami dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata yang sebelumnya terpantau beraktivitas di sekitar wilayah Logpon dan KM 7.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik.

“Kami meningkatkan patroli dan penjagaan di titik-titik rawan. Masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa, namun segera laporkan jika melihat hal mencurigakan. Informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk mencegah kejadian serupa,” kata Adarma.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tantangan keamanan di wilayah pegunungan Papua masih nyata. Namun kehadiran aparat yang sigap di lapangan memberi ketenangan bagi warga. Aktivitas masyarakat di jalur tersebut kini berangsur normal, sementara aparat terus melakukan penyelidikan dan pengamanan berkelanjutan.

Dengan langkah cepat dan pendekatan humanis, Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya: menjaga Papua tetap aman agar warga bisa menjalani hari tanpa bayang-bayang ketakutan.***

Patroli dan Pengobatan Keliling, Satgas Damai Cartenz Sentuh Hati Warga Sinak Papua Tengah
Jaga Negeri

Patroli dan Pengobatan Keliling, Satgas Damai Cartenz Sentuh Hati Warga Sinak Papua Tengah

Kabupaten Puncak, Papua Tengah – Di tengah medan pegunungan Papua yang sulit dijangkau, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 turun langsung menyusuri permukiman warga di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Selasa (27/1/2026).

Tidak hanya berpatroli menjaga keamanan, personel Satgas Damai Cartenz juga membuka layanan pengobatan keliling bagi masyarakat setempat.

Kegiatan ini dilakukan oleh personel Pos Sinak dengan menyambangi honai-honai dan rumah warga. Selain memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, Satgas juga memeriksa kesehatan warga, membagikan vitamin, serta memberikan obat-obatan gratis kepada anak-anak, ibu-ibu, dan lansia.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam menjaga keamanan di Tanah Papua.

“Kehadiran personel kami di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung warga. Melalui sambang kesehatan ini, kami ingin membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Brigjen Faizal Ramadhani.

Ia menegaskan bahwa strategi soft approach menjadi kunci utama Operasi Damai Cartenz 2026 dalam membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Kesehatan adalah modal utama bagi warga untuk beraktivitas. Jika masyarakat sehat, kehidupan sosial dan ekonomi dapat berjalan lebih baik. Inilah komitmen kami untuk menjaga Papua tetap aman, damai, dan kondusif melalui sentuhan kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan patroli dialogis dan pengobatan gratis tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Distrik Sinak. Sejumlah masyarakat mengaku terbantu karena pelayanan kesehatan diberikan langsung di kampung mereka, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas medis.

Dengan adanya kegiatan ini, aktivitas warga kembali berjalan normal dan situasi keamanan di wilayah Distrik Sinak terpantau aman serta terkendali. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah-wilayah operasi lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua.***

Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 51 Tersangka Kasus Terorisme Sepanjang 2025
Jaga Negeri

Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 51 Tersangka Kasus Terorisme Sepanjang 2025

Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat telah mengamankan sebanyak 51 tersangka dalam kasus tindak pidana terorisme di sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang tahun 2025.  

Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono mengungkapkan, jumlah lebih rendah  jika dibandingkan tahun 2023 sebanyak 147 orang dan tahun 2024 sebesar 55 orang.

"Jumlah penangkapan pada tahun 2025, sebanyak 51," kata Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Kabareskrim menyebutkan, pada tahun 2025 juga tercatat tidak terjadinya aksi terorisme. Menurutnya Zero Terorrism Attacks di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 2023.

Densus 88 sendiri melakukan sejumlah strategi soft approach dan hard approach. Di antaranya adalah, deteksi dini, sosialisasi kebangsaan, preventive strike, narasi moderat, pemberdayaan Eks Napi dan keluarga serta melalui kolaborasi nasional dan internasional.***

Jalin Kedekatan, Satgas Damai Cartenz Hadirkan Keceriaan bagi Warga Sinak Papua Tengah
Jaga Negeri

Jalin Kedekatan, Satgas Damai Cartenz Hadirkan Keceriaan bagi Warga Sinak Papua Tengah

Kabupaten Puncak, Papua - Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 terus mengedepankan pendekatan yang mengutamakan nilai kemanusiaan dalam menjalin hubungan dengan masyarakat. Upaya menjalin kedekatan itu dilakukan di sela-sela tugas pengamanan di Tanah Papua.

Kehangatan itu tampak saat personel Satgas Damai Cartenz dari Sektor Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Bharada Rosihan Yuwandi Pratama dan Bharada Ifaldi Syaiful Haq, berinteraksi langsung dengan warga melalui kegiatan berbagi makanan ringan dan dialog santai, pada Rabu (17/12/2025).

Aktivitas sederhana tersebut menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan emosional antara aparat keamanan dan masyarakat setempat, sekaligus menumbuhkan rasa aman dan nyaman di lingkungan pemukiman warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan, bahwa pelaksanaan Operasi Damai Cartenz tidak semata berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga menjunjung tinggi pendekatan kemanusiaan dalam setiap langkah.

"Pendekatan humanis adalah kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif. Kehadiran personel di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa nyaman serta menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi dan melayani," ujar Brigjen Pol Faizal.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Adarma Sinaga, yang menilai bahwa interaksi langsung dengan anak-anak maupun orang tua di wilayah Sinak merupakan langkah konkret dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Warga setempat pun menyambut kehadiran personel Satgas dengan penuh kehangatan. Para orang tua menyampaikan apresiasi atas sikap ramah, santun, serta penghormatan terhadap kearifan lokal yang ditunjukkan para personel di lapangan.

“Kami terus mendorong seluruh personel untuk mengedepankan empati dan keikhlasan dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkas Adarma Sinaga.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan rasa aman melalui pendekatan yang humanis. Dengan mengedepankan sinergi dan kepercayaan, diharapkan kedamaian yang berkelanjutan dapat terwujud bagi seluruh masyarakat di Bumi Cenderawasih.***