Kolaborasi Internasional PAPION dan Musisi Korea Selatan, Dept, Hadirkan Makna Cinta yang Lebih Kompleks

Dari Indonesia menembus lintas negara, PAPION membuka langkah internasional perdananya melalui kolaborasi dengan musisi Korea Selatan, Dept, lewat single “Chocolate.”
Kolaborasi Internasional PAPION dan Musisi Korea Selatan, Dept, Hadirkan Makna Cinta yang Lebih Kompleks
Foto Dok Istimewa

Jakarta – Dari Indonesia menembus lintas negara, PAPION membuka langkah internasional perdananya melalui kolaborasi dengan musisi Korea Selatan, Dept, lewat single “Chocolate.”

Dirilis menjelang Valentine, “Chocolate” tidak hadir sebagai kebetulan semata. Di banyak negara Asia Timur seperti Korea Selatan, Jepang, dan China, cokelat telah lama menjadi simbol perayaan cinta sebagai cara sederhana untuk mengungkapkan perasaan, perhatian, dan kasih sayang kepada orang terkasih.

PAPION mengadopsi perayaan kultural tersebut, namun membawanya ke ruang yang lebih reflektif. Cinta dipandang sebagai sebuah rasa yang mendewasakan, karena di dalamnya selalu ada manis sekaligus pahit.

Alih-alih menempatkan cokelat sebagai lambang romansa yang hangat dan ideal, PAPION dan Dept mengajak pendengar menyelami “Chocolate” sebagai metafora cinta yang lebih kompleks. Bagi Dept, lagu ini berangkat dari pengalaman personalnya dalam memaknai hubungan dan emosi.

“Aku mengalami banyak cinta yang rasanya manis sekaligus pahit. Cinta itu tidak selalu manis. Kadang pahit, kadang sedih, dan sering kali semuanya bercampur,” ungkap Dept, dilansir dari keterangan tertulisnya, Jumat (30/1/2026).

 “Lagu ini memuat banyak spektrum emosi dalam cinta, dan itu alasan kenapa aku membuatnya.” Tambahnya.

“Chocolate” memetaforakan cinta yang berawal lembut dan memikat, lalu perlahan berubah menjadi getir yang menetap, layaknya cokelat itu sendiri. Emosi yang dihadirkan tidak hadir dalam dikotomi bahagia atau sedih, melainkan jujur, rapuh, dan berlapis. PAPION member Naia membagikan interpretasinya saat mendalami lirik lagu ini.

“Aku membayangkan sebuah hubungan yang awalnya terasa luar biasa, penuh cinta di awal, hampir seperti love bombing,” jelas Naia. “Seiring waktu, perlahan jadi menjauh dan lupa bagaimana rasanya di awal. Kamu ingin kembali ke momen itu, tapi sudah tidak bisa. Rasanya pahit manis, seperti cokelat.”

Secara musikal, nuansa melankolis dan minimalis khas Dept berpadu dengan warna vokal lembut PAPION, menciptakan atmosfer yang intim. Lagu ini diciptakan oleh Dept, yang juga memilih memasukkan instrumen tradisional Indonesia, kendang, sebagai salah satu elemennya. Proses kolaborasi ini menghadirkan dinamika yang tak terduga. PAPION member Naufa mengenang kesannya bekerja bersama Dept.

“Dia orangnya kocak dan energinya tinggi banget, berseberangan dengan genre musiknya yang mellow dan slow. Justru kontras itu yang bikin proses kerja bareng jadi seru.” ungkap Naufa.