Jakarta - Kebakaran hebat menghanguskan gedung berlantai 6 milik PT Terra Drone Indonesia yang berlokasi di Kawasan Pertokoan Cempaka Putih Jalan Letjen Suprapto No 312, Blok A No 312, RT01/RW 02, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) sekira pukul 12.39 WIB.
Dalam musibah kebakaran tersebut, 22 orang dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak dalam lokasi kebakaran. Diduga para korban meninggal dunia akibat lemas karena kekurangan oksigen.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, dugaan sementara kebakaran terjadi akibat ledakan batray drone lithium yang berada dalam gudang penyimpanan.
Kronologi kebarakan berawal pada Pukul 12.30 WIB saat para karyawan sedang istirahat. Sebagian karyawan sedang keluar untuk mencari makan, sementara sebagian lainnya sedang beristirahat di lantai 2 sampai dengan 6 lantai.
Tiba tiba terdengar suara ledakan di gudang batray drone lithium yang terletak di lantai dasar. Lalu api langsung membesar dan mengeluarkan asap hitam. Para karyawan yang berada di lantai atas terjebak dengan asap hitam pekat dan suhu yang sangat panas
Untuk memadamkan kebakaran, sebanyak 28 unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Api kemudian berhasill dipadamkan pada pukul 14.10 WIB.
Kapores Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, saat ini di Rumah Sakit Polri petugas gabungan telah mengevakuasi 22 korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran tersebut.
"Saat ini di Rumah Sakit Polri, sudah terdapat sebanyak 22 korban kebakaran di lokasi ini, yaitu 7 laki-laki dan 15 wanita. Dan dari pihak Rumah Sakit juga kami proses administrasinya terkait permintaan visum dan lain-lain agar pihak keluarga korban bisa mengambil keluarganya" kata Kombes Pol Susatyo.
Susatyo menambahkan, di RS Polri juga telah dibuatkan posko untuk membantu para keluarga korban. Selain itu saat ini juga aparat kepolisian dari laboratorium forensik Polri telah berada di lokasi dan melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran.
Terkait dengan pemeriksaan para saksi, Susatyo menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk nantinya akan memeriksa pemilik usaha dan pemilik gedung.