Banjir Terjang Sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di Provinsi Bali mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terendambanjir.
Banjir Terjang Sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali
Foto Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Denpasar, Bali - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di Provinsi Bali mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terendambanjir.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Kabupaten Tabanan banjir terjadi di Kecamatan Kediri, tepatnya di Kelurahan Kediri. Sebanyak 3 kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak dan masih dalam proses pendataan.

"Kondisi mutakhir pada Rabu (25/2/2025), banjir di Kabupaten Tabanan telah surut total. Di Kota Denpasar, genangan berangsur surut dengan tinggi muka air sekitar ±5 hingga 60 sentimeter dan penanganan masih berlangsung."  jelas BNPB dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, di Kota Denpasar, banjir terjadi di empat kecamatan, yakni Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. Data korban terdampak masih dalam pendataan oleh petugas di lapangan.

Di Kabupaten Badung, banjir terjadi di Kecamatan Kuta yang meliputi Kelurahan Seminyak dan Kelurahan Legian, serta Kecamatan Kuta Selatan di Kelurahan Jimbaran. Data korban terdampak di wilayah ini juga masih dalam pendataan.

Selain berdampak pada warga, beberapa unit rumah dan akses jalan dilaporkan terdampak di tiga wilayah tersebut. Rincian kerugian materiel masih dalam proses asesmen.

"BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kota Denpasar dan BPBD Kabupaten Badung telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak serta pompanisasi guna mempercepat surutnya genangan." lanjut keterangan BNPB.

Di Kabupaten Badung, sebagian wilayah telah surut dan genangan tersisa di satu titik di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu genangan kembali." imbau BNPB.

Masyarakat diharapkan rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.