Data Disbudparekraf juga menunjukkan lonjakan kunjungan mulai terjadi sejak H-1 Lebaran dan mencapai puncaknya pada H+2, menandakan periode pascalebaran masih menjadi waktu favorit masyarakat untuk berwisata.
Ke depan, Hanung menilai pengelola destinasi perlu beradaptasi dengan perubahan tren tersebut, terutama dengan memperkuat konsep pengalaman dan daya tarik visual.
“Penguatan konsep experience dan visual menjadi kunci untuk menarik wisatawan, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya mendorong para pemudik untuk menikmati potensi wisata daerah. Namun, ia tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan tetap mengutamakan keselamatan selama berlibur.