Sementara itu dilansir dari pemberitan media Turki Anadolu Agency (AA), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras pembunuhan seorang penjaga perdamaian asal Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah pada Minggu malam.
"Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," katanya di platform perusahaan media sosial AS, X, dikutip dari Anadolu Agency.
Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.***