“Filosofi kami adalah 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena kami tidak memiliki musuh,” ungkap Presiden.
Menurut Presiden, kondisi geopolitik global saat ini menjadi bukti bahwa negara yang mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk kekuatan besar dunia, akan berada pada posisi yang lebih rasional dan bijak.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hubungan Indonesia dengan Jepang sebagai mitra strategis yang harus terus diperkuat.
Kepala Negara juga menekankan bahwa Indonesia tengah menjalankan reformasi nyata untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien.
“Rakyat kita menuntut tata pemerintahan yang baik, tata pemerintahan yang bersih, dan tata pemerintahan yang efisien. Dan saya bertekad untuk melanjutkan apa yang telah saya mulai ketika menerima mandat dari rakyat saya,” ucap Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa transformasi strategis Indonesia mencakup transformasi ekonomi yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mendorong industrialisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya perlindungan sumber daya alam, termasuk hutan, yang tidak hanya berdampak bagi Indonesia tetapi juga dunia.
“Hutan kita harus dilindungi. Hutan-hutan yang telah hancur, kita harus melakukan reboisasi besar-besaran, bukan hanya untuk kebaikan Indonesia tetapi juga untuk kebaikan dunia,” kata Presiden.
Dengan visi besar, langkah cepat, dan arah yang jelas, Indonesia kini tampil sebagai kekuatan baru yang siap memimpin di era energi hijau dan industri masa depan serta menjadi mitra strategis yang stabil, terbuka, dan menjanjikan bagi dunia.***