Politik

Sosialisasi dengan Spanduk Keliling, Cara Relawan di Jawa Tengah Siasati Keterbatasan APK

Batang, Jawa Tengah – Putaran kampanye pemilihan calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 terlah bergulir. Para relawan dari seluruh pasangan calon terus bergerilya melakukan kampanye simpatik mensosialisasikan jagoannya.

Salah satunya yang dilakukan relawan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Para relawan ini miliki jiwa militansi yang kuat untuk berjuang di Pilpres 2024. Meski logistik terbatas, sosialisasi tetap masif dijalankan.

Dengan bermodalkan satu spanduk AMIN saja, mereka berkeliling dari desa ke desa pada tiap kabuapten yang ada di sana.

Aryo, salah seorang relawan yang melakukan itu mengaku bahwa cara tersebut dianggap lebih efektif. Mereka bisa secara langsung mengajak warga untuk memilih capres dan cawapres nomor urut satu.

“Kami pakai cara ini karena lebih efektif. Disamping itu juga untuk mensiasati keterbatasan APK (alat peraga kampanye) yang dimiliki teman-teman relawan,” ujarnya, Kamis (30/11).

Aryo mengungkapkan dengan cara seperti yang dilakukan bersama dengan sejumlah relawan lainnya, berbagai macam kelompok masyarakat telah ditemuinya. Seperti pada akhir pekan lalu saat mereka ke Kabupaten Batang.

Di sana mereka menemui kelompok petani daerah pegunungan yang ternyata begitu antusias dengan AMIN.

“Kami itu sampai seperti itu, dan ternyata mereka itu sayang, kangen dengan sesama orang-orang yang memilih Anies,” ungkapnya.

Sementara itu, relawan lainnya, Anis Tri Nuraeni menambahkan, kegiatan sosialisasi keliling Jawa Tengah dilakukan secara masif. Banyak kabupaten yang telah dikunjungi untuk menjumpai langsung para calon pemilih.

“Itu tadi terbaru kami ke Batang. Terus sebelumnya sudah ke Pekalonga, Tegal, Temanggung, Wonosobo, Magelang. Kami memang target seluruh daerah di Jateng kalau bisa,” ucapnya.

Anis menyebut dalam aksinya di lapangan mereka rerata mendatangi kerumunan masyarakat. Di situ, mereka kemudian mensosialisasikan AMIN.

Kendati begitu, tetap sebelum turun mendatangi suatu daerah, dilakukan koordinasi dengan teman-teman relawan lain atau orang yang mengusai massa di sana.

“Tapi sebelumnya kan kita sudah kontak-kontak, kita sudah datang ke sana orang yang menguasai massa, itu bahkan ada anggota dewan, itu kita ditemukan dengan tokoh-tokoh masyarakat,” tukasnya.***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button