HeadlineNusantara

Erupsi Gunung Marapi, 11 Pendaki Ditemukan Meninggal Dunia

Jakarta – Puluhan pendaki Gunung Marapi terjebak saat terjadi erupsi gunung tersebut terjadi pada Minggu (3/12) kemarin.

Dalam perkembangan terbaru yang dilaporkan hari ini, Senin (4/12/2023), telah ditemukan sebanyak 11 pendaki dalam kondisi meninggal dunia. Upaya evakuasi para pendaki tersebut terus diupayakan petugas gabungan di lapangan.

Dilansir dari keterangan tertulis Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) Senin (4/12/2023), sebanyak 47 pendaki dilaporkan terdampak erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada. Dari data yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB sebanyak 19 pendaki sudah berhasil turun dan diselamatkan oleh tim gabungan. Artinya masih ada 28 pendaki yang belum berhasil turun.

BPBD Kabupaten Tanah Datar dan Tanah Datar hingga saat ini terus berkoordinasi dengan lintas instansi terkait guna memonitor perkembangan di lapangan, termasuk melakukan tindakan cepat apabila kembali terjadi aktivitas vulkanik susulan.

BPBD setempat juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk terus mengenakan masker, menyusul terjadinya abu vulkanik yang ditimbulkan atas erupsi Gunung Marapi. Di sisi lain, khususnya bagi wisatawan maupun pendaki dilarang keras untuk melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah utama.

Berdasarkan data yang dihimpun, dampak yang ditimbulkan pada kejadian erupsi Gunung Marapi tidak hanya sebaran hujan abu vulkanik saja namun juga hujan abu yang disertai batu. Adapun wilayah yang terdampak hujan abu vulkanik mencakup empat wilayah kecamatan, yakni Canduang, Sungai Pua, Ampek-Ampek dan Malalak.

Kemudian wilayah yang dilaporkan terdampak hujan abu disertai batu terjadi di kecamatan Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Tanjung Raya, Lubuk Basung, IV Koto, Matur, Tanjung Mutiara, Palembayan dan Kamang Magek.***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button