HeadlinePolitik

Bawaslu Minta KPU Waspadai Pengunaan Printer dan Scanner sebagai Alat Bantu Rekapitulasi Suara

Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) RI mewaspadai potensi kerawanan dalam penggunaan printer dan scanner sebagai alat bantu rekapitulasi suara pada pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Jakarta – Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) RI mewaspadai potensi kerawanan dalam penggunaan printer dan scanner sebagai alat bantu rekapitulasi suara pada pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Dilansir dari laman resmi Bawaslu, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengingatkan tentang banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan alat tersebut dalam melakukan rekapitulasi suara.

“Pertama berkaitan dengan kondisi TPS, apakah TPS-nya teralirkan listrik atau tidak. Kondisi TPS yang tidak teraliri listrik tentu akan jadi masalah. Kemudian apakah akan mati listrik,” kata Rahmat Bagja dalam diskusi yang digelar oleh Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Bagja menjelaskan, aspek yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah kemampuan sumber daya manusia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Harus dipastikan oleh KPU bahwa setidaknya satu KPPS itu mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan alat printer dan scanner. Karena ini berkaitan juga dengan rekapitulasi manual karena formnya itu di isi kemudian diperbanyak melalui fotokopi,” jelasnya.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button