HeadlinePolitik

Bareskrim Polri Membuka Penyidikan Kasus Pelanggaran Pemilu 2024 di Kuala Lumpur

Kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2024 di Kuala Lumpur Malaysia resmi ditindak lanjuti oleh Bareskrim Polri dengan membuka penyidikan atas kasus tersebut.

Jakarta – Kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2024 di Kuala Lumpur Malaysia resmi ditindak lanjuti oleh Bareskrim Polri dengan membuka penyidikan atas kasus tersebut.

Penyidikan ini dilakukan setelah Bareskrim menerima laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Dugaan pelanggaran yang diusut terkait penambahan jumlah pemilih.

“Terkait Kuala Lumpur, kami dari Kepolisian sudah menerima laporan dari Bawaslu, penerusan laporan. Saat ini penyidik-penyidik kami sedang melaksanakan upaya penyidikan,” ungkap Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo dalam keterangannya, Rabu (28/2/2024).

Proses penyidikan akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Jika ditemukan unsur pidana, Bareskrim Polri akan melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan.

“Kalau mungkin nanti terpenuhi unsur pidana atau alat bukti kita dapatkan, tentu segera kita limpahkan ke Kejaksaan. Namun seandainya nanti kita melihat hasil penyidikan seperti apa kita bahas lagi dengan Gakkumdu, Bawaslu, Kejaksaan untuk langkah lebih lanjut,” tutur Djuhandhani.

“Pidananya dugaannya adalah menambah suara. Perbuatan yang menambah suara, menambah jumlah pemilih. Itu yang kita dapatkan sementara,” lanjutnya.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button